Keluarga mengaku terakhir melihat Waluyo pada Januari 2015. Saat itu dirinya izin pergi bekerja, tapi anaknya, Anti Ristanti mengaku Waluyo sering tidak pulang berbulan-bulan. Namun, saat bulan Mei keluarga mendapat kabar kalau Waluyo menjadi korban tabrak lari di daerah Wonosari. Saat mendatangi rumah sakit, jasad korban pun dikonfirmasi keluarga sebagai Waluyo.
Wajah korban diakui memiliki luka gores dan lebam, tapi dari wajah, gigi dan rambutnya mirip dengan Waluyo. Bukan hanya itu, kaus yang dipakai pun mirip milik Waluyo. Anti menambahkan korban yang diduga Waluyo itu sempat dirawat dalam keadaan kritis selama enam hari di Rumah Sakit Sardjito. Kemudian, pria tersebut tidak selamat dari luka-luka, sehingga meninggal dunia.
Kemudian, Anti menjelaskan saat proses pemandian jenazah, wajahnya diakui pun mirip Waluyo. Kemudian, korban pun dikebumikan di Suren Kulon, Canden Jetis, Bantul. Satu tahun berlalu, tepatnya Selasa (2/8) Waluyo tiba-tiba pulang ke rumahnya.
Saat Waluyo mengetuk pintu, sang istri sendiri yang membuka pintu. Dirinya pun diketahui kaget bukan kepalang. Sang istri pun melihat kakinya apakah menapak di tanah atau tidak. Bukan hanya keluarga, warga yang mendengar kabar itu pun terkejut dan berbondong-bondong mendatangi rumahnya. Keluarga pun akhirnya menyimpulkan kalau pria yang jadi korban tabrak lari itu adalah gelandangan yang hanya mirip Waluyo.