Wamensos: Presiden Berpesan Lulusan Sekolah Rakyat Harus Kuliah-Kerja Layak

- Presiden Prabowo melalui Wamensos Agus Jabo berpesan agar lulusan Sekolah Rakyat bisa melanjutkan kuliah atau bekerja layak, baik di dalam maupun luar negeri.
- Wamensos menekankan pentingnya kepercayaan diri, kecerdasan, karakter kuat, nasionalisme, dan disiplin sebagai modal utama siswa untuk memutus rantai kemiskinan.
- Sekolah Rakyat disebut bukan hanya sarana pendidikan, tapi juga rumah kedua bagi anak dari keluarga miskin agar mendapat kesempatan hidup dan belajar lebih baik.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Kota Semarang, Jawa Tengah. Prabowo berharap agar ke depan mereka bisa kuliah dan kerja dengan layak.
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah, yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Wamensos Agus Jabo Priyono dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Wamensos menyampaikan hal tersebut saat berdialog dengan dengan 262 siswa Sekolah Rakyat yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kota Semarang pada Jumat (17/7/2026).
"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua, kalian harus jadi anak yang pintar," ujar Wamensos Agus Jabo.
Rasa percaya diri dan kecerdasan, menurutnya, menjadi salah satu modal utama agar anak-anak dapat mengembangkan diri dan memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Namun, dua hal itu saja tidak cukup. Siswa Sekolah Rakyat, lanjutnya, diharapkan menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Keduanya akan menjadi fondasi kokoh agar siswa memiliki toleransi dan kepedulian sosial kepada lingkungan dan sesama, sedangkan disiplin juga perlu dipupuk agar siswa memiliki kemampuan untuk mengelola diri sendiri dalam menghadapi berbagai kondisi.
Wamensos Agus Jabo juga mengemukakan Presiden Prabowo ingin siswa Sekolah Rakyat menjadi pribadi yang terampil. Untuk itu Kemensos terus mendukung siswa yang telah lulus dari jenjang SMA untuk meningkatkan nilai diri baik melalui jalur akademis maupun non-akademis.
Ia menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi jembatan untuk memutus transmisi kemiskinan, tetapi juga bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dimana mereka bisa mendapatkan pendidikan, kehangatan keluarga dan teman, serta hidup yang lebih baik.
Abi Alfian (16), salah satu siswa Sekolah Rakyat mengaku merasa bahagia dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Ayahnya adalah seorang buruh di pabrik kopi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ia bersyukur dapat menikmati pendidikan tanpa memberatkan kedua orang tuanya.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucapnya.
MPLS Sekolah Rakyat Kota Semarang sudah dimulai sejak 13 Juli 2026. Sebanyak 262 siswa mengikuti MPLS. Dari jumlah tersebut, 87 siswa akan menempuh pendidikan di jenjang SD, 88 siswa mengikuti SMP, dan 87 siswa mengikuti jenjang SMA.






















