Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260107-WA0010.jpg(
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers penanganan pascabencana di Sumatra, Rabu (7/1/2025)/ YouTube BNPB

Intinya sih...

  • Kemenkes RI waspada terhadap penyakit menular di pengungsian Sumatra

  • Penyakit yang paling banyak ditemukan: ISPA, penyakit kulit, dan diare

  • Program imunisasi difokuskan pada anak-anak di lokasi pengungsian dan wilayah dengan risiko penularan tinggi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian bencana Sumatra. Langkah ini dilakukan karena pengungsian masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana, khususnya penyakit campak.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan terintegrasi. Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat-obatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak.

Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare.

“Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2025).

1. Menkes waspadai campak

Imunisasi Campak di Denpasar (Dok.IDN Times/istimewa)

Selain penyakit umum, Kemenkes memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi. Campak menjadi ancaman utama di lingkungan pengungsian yang padat dan rentan.

“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut campak,” ucap Menkes.

2. Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak

ilustrasi vaksinasi campak (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menkes menjelaskan, punya memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Kondisi ini berisiko memicu wabah, terutama di pengungsian dengan sanitasi terbatas. Saat ini, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak bencana.

Deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah langsung menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi.

“Kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini,” ujar Menkes.

3. Imunisasi dengan wilayah terdampak tinggi

Seorang balita diberikan imunisasi oleh bidan rumah sakit setempat di perumahan babelan indah dalam rangka posyandu, kel. kebalen, kec.babelan, Kamis (18/12/2025) Siang.

Program imunisasi difokuskan pada anak-anak di lokasi pengungsian serta wilayah dengan risiko penularan tinggi. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi penanganan bencana di sektor kesehatan.

Upaya pencegahan penyakit menular diharapkan mampu menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Editorial Team