Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenkes Terjunkan 3.719 Relawan Kesehatan Sejak Awal Bencana di Aceh

3.719 Relawan Kesehatan Dikerahkan, Layani Pengungsi di Ribuan Pos Pengungsian (dok. Kemenkes)
3.719 Relawan Kesehatan Dikerahkan, Layani Pengungsi di Ribuan Pos Pengungsian (dok. Kemenkes)
Intinya sih...
  • HEOC dibentuk sejak hari pertama hingga ketiga pasca bencana Aceh
  • Relawan ditugaskan selama 10 hingga 12 hari
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah menerjunkan sebanyak 3.719 relawan kesehatan untuk mendukung pelayanan di wilayah terdampak bencana di Aceh sejak awal terjadi bencana pada November tahun lalu.

Seluruh relawan dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai prosedur penanganan bencana Kementerian Kesehatan.

“Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ada dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,” ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, dikutip dari keterangan pers, Rabu (7/1/2026).

1. HEOC sudah dibentuk sejak hari pertama hingga ketiga pasca bencana Aceh

RSUD Langsa, Aceh kembali beroperasi (dok. Kementrian Kesehatan)
RSUD Langsa, Aceh kembali beroperasi (dok. Kementrian Kesehatan)

HEOC dibentuk sejak hari pertama hingga ketiga bencana di seluruh wilayah terdampak. Pusat kendali ini berperan menganalisis kebutuhan tenaga serta mengatur lalu lintas, alokasi, dan pergerakan relawan agar pelayanan kesehatan berjalan efektif dan merata.

Sejak hari kedua bencana, relawan mulai ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan. Saat ini, layanan diberikan melalui sekitar 309 puskesmas, 23 rumah sakit pemerintah, dan 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008 pos pengungsian.

2. Relawan ditugaskan selama 10 hingga 12 hari

IGD RSUD Langsa, Aceh (Dok. Kementrian Kesehatan)
IGD RSUD Langsa, Aceh (Dok. Kementrian Kesehatan)

Sementara, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan rotasi relawan berjalan tanpa mengganggu kontinuitas layanan. Rata-rata masa tugas relawan adalah 10 hingga 12 hari.

“Dengan rata-rata masa tugas relawan 10–12 hari, penugasan diatur agar setiap fasilitas tetap memiliki tenaga medis dan tenaga kesehatan setiap saat,” jelas Agus. 

Dia mengatakan, penugasan diatur untuk memastikan setiap fasilitas tetap memiliki tenaga setiap saat.

3. Perawat menjadi komposisi profesi terbanyak, konsentrasi terbesar di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang

Layanan hemodialisis (cuci darah) di RSUD Langsa kembali beroperasi (dok. Kementrian Kesehatan)
Layanan hemodialisis (cuci darah) di RSUD Langsa kembali beroperasi (dok. Kementrian Kesehatan)

Selain itu, dari sisi komposisi profesi, perawat menjadi profesi terbanyak dengan 923 orang, diikuti tenaga kesehatan lainnya (766 orang), dokter umum (736 orang), dan dokter spesialis (264 orang). Terdapat juga apoteker, bidan, tenaga nonkesehatan, serta sejumlah profesi pendukung seperti tenaga sanitasi lingkungan dan logistik.

Tak hanya itu, berdasarkan asal instansi, mayoritas relawan atau 2.399 orang berasal dari unsur pemerintah. Dukungan juga diberikan oleh kalangan akademisi (780 orang), NGO/LSM (307 orang), serta organisasi profesi (233 orang). Relawan tersebar di 18 kabupaten/kota dengan konsentrasi terbesar di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Wagub Babel Hellyana Diperiksa 10 Jam, Akui Tak Tahu Ijazahnya Palsu

08 Jan 2026, 10:12 WIBNews