Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menko Djamari Targetkan Pembangunan 104 Huntap Selesai Akhir Maret
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika memimpin rapat di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenko Polkam)
  • Menko Polhukam Djamari Chaniago menargetkan pembangunan 104 unit hunian tetap di Aceh Utara rampung akhir Maret 2026, dengan 39 unit sudah selesai dan siap dialiri listrik.
  • Bupati Aceh Utara memastikan hunian dibangun tahan gempa dengan bahan baja galvanis, sistem knock down, serta fasilitas lengkap agar warga terdampak bencana segera mendapat tempat tinggal layak.
  • BNPB mencatat korban meninggal akibat banjir di Sumatra mencapai 1.206 jiwa, sementara ribuan pengungsi masih bertahan di tenda menjelang Ramadan karena sebagian wilayah kembali dilanda banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, mengatakan hingga pertengahan Februari sudah terbangun 39 unit hunian tetap di Kabupaten Aceh Utara. Tersisa 65 unit hunian tetap yang pembangunannya terus dikebut. Purnawirawan jenderal TNI itu menargetkan sisa 65 unit huntap tersebut rampung sebelum Idulfitri 2026.

"Saya memantau langsung proses pembangunan huntap ini dan semua berjalan lancar. Mulai dari bongkar material di Pelabuhan Belawan hingga tiba di Kuala Cangkoy dan dikerjakan dengan aman," ujar Djamari dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (20/2/2026).

"Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan pada akhir Maret 2026," imbuhnya.

Djamari berharap masyarakat dapat segera menempati rumah berupa hunian tetap itu. Sebab, pada pekan ini sudah memasuki awal Ramadan. Djamari ingin masyarakat, termasuk warga yang terdampak banjir dan tanah longsor bisa beribadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Proses pembangunan juga menyasar rumah ibadah seperti masjid. Hal itu supaya warga di Kabupaten Aceh Utara dapat beribadah di bulan Ramadan.

1. Hunian tetap yang dibangun Kemenko Polkam berukuran 6X6 meter

Hunian tetap di Kabupaten Aceh Utara yang dikebut agar rampung sebelum Idulfitri 2026. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Hunian tetap yang dibangun Kementerian Polkam berukuran 6X6 meter. Rumah itu dibangun di atas bekas puing-puing dan lumpur.

"Hunian itu berdikir kokoh dan tertata dalam satu kluster. Dari total 104 unit yang ditargetkan, sebanyak 39 rumah telah rampung dibangun dan instalasi listriknya sudah dipasang," ujar Djamari.

Ia mengatakan saat ini proses penyelesaian instatalasi air tengah dilakukan sebelum rumah-rumah itu siap untuk dihuni. "Semoga rumah-rumah berikutnya segera selesai agar masyarakat memperoleh hunian tetap yang layak," katanya.

Djamari juga menjelaskan pembangunan huntap tersebut merupakan bentuk kontribusi Kemenko Polkam bekerja sama dengan Bupati Aceh Utara dan pihak-pihak lain yang bersedia membantu.

2. Bupati Aceh Utara sebut hunian tetap memiliki kualitas tahan gempa

Hunian tetap di Kabupaten Aceh Utara yang dikebut agar rampung sebelum Idulfitri 2026. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Sementara, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil menyampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan. Pemkab, kata Ismail, menyediakan lahan dan memastikan legalitasnya, mengoordinasikan pemasangan listrik, dan menjamin ketersediaan air bersih di lokasi.

Seluruh perangkat daerah, kata Ismail, telah diinstruksikan agar bekerja terpadu supaya pembangunan hunian tetap bisa rampung tepat waktu dan tepat sasaran.

"Bagi kami, hunian tetap ini bukan sekedar bangunan. Tetapi, ini simbol hadirnya negara dan pemerintah daerah dalam mengembalikan rasa aman, martabat dan harapan masyarakat," kata Ismail.

Ia mengaku akan terus mengawal proses tersebut hingga masyarakat menempati hunian yang layak, dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera. Hunian tetap itu, kata Ismail, dibangun dengan struktur, dinding, dan atap berbahan baja galvanis yang tahan karat serta tahan gempa.

"Keunggulannya terletak pada sistem knock down atau rumah bangun cepat. Sehingga proses konstruksi lebih efisien. Setiap unit dilengkapi dua kasur, meja makan, kursi, televisi, serta kamar mandi dengan fasilitas lengkap," imbuhnya.

3. Jumlah korban meninggal akibat bencana Sumatra dunia mencapai 1.206 jiwa

Kondisi pemukiman di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, pasca banjir, Rabu (21/1/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Sementara, berdasarkan data dari dashboard dari Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari ini, korban meninggal akibat banjir Sumatra sudah mencapai 1.206 jiwa. Angka itu diprediksi terus bertambah karena masih ada 138 jiwa yang dilaporkan masih hilang.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan hampir 13 ribu warga yang terpaksa menjalani ibadah Ramadan di tenda pengungsian. Padahal, semula pemerintah menjanjikan semua korban terdampak banjir sudah berada di dalam huntara sebelum Ramadan 2026.

"Di Sumatra Utara, jumlah pengungsi yang semula 53.523 di tenda sekarang tersisa 850. Semuanya berada di satu kota di Tapanuli Tengah. Karena di sana kembali terjadi banjir," ujar Tito dalam rapat evaluasi pemulihan bencana di Pulau Sumatra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara, jumlah korban meninggal di Sumut mencapai 376 jiwa. Sedangkan 40 warga lainnya dilaporkan masih hilang.

Tito yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri kemudian melaporkan perkembangan korban di Provinsi Aceh. Jumlah warga yang meninggal hingga hari ini mencapai 562 jiwa. Sedangkan, 29 warga masih hilang.

"Pengungsi yang semula mencapai 1,4 juta sekarang tersisa 12.144 di tenda," kata mantan Kapolri itu.

Sementara, jumlah korban meninggal dunia di Sumatra Barat mencapai 267 jiwa. Sebanyak 72 jiwa lainnya masih hilang.

Editorial Team