Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Zulkifli Hasan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ketika menyampaikan pemaparan soal pencapaian program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tangkapan layar YouTube IDN Times)

Intinya sih...

  • Zulhas yakin MBG bakal menggerakan ekonomi rakyat

  • Kemenko Pangan menyebut sudah tidak lagi mengimpor beras pada 2025

  • BGN akui dapur MBG dikelola oleh semua partai politik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memamerkan pencapaian salah satu program prioritas, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan diterima oleh 85 juta warga pada Mei 2026. Adapun hingga Januari 2026, sudah lebih dari 20 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan.

MBG telah diterima oleh 59,6 juta penerima manfaat. Tetapi, pemerintah ingin meningkatkan angka itu.

"Insyaallah pada Mei tahun ini ditargetkan 82,9 juta anak Indonesia, ibu-ibu hamil, ibu-ibu menyusui sudah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG bukan sekedar program pemberian makan," ujar Zulkifli dalam tayangan video yang disampaikan di program 'Semangat Awal Tahun' by IDN Times yang diadakan di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, MBG dirancang untuk membangun generasi sehat dan menggerakan ekonomi rakyat. Di dalam satu menu MBG membutuhkan pasokan beras, telur, daging, ikan, sayur, hingga buah.

"Itu berarti jutaan baku harus diproduksi dan diserap setiap hari. Di sini lah peran besar petani, peternak, UMKM pangan dan koperasi," imbuhnya.

1. Zulhas yakin MBG bakal menggerakan ekonomi rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ketika menyampaikan pemaparan soal pencapaian program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tangkapan layar YouTube IDN Times)

Lebih lanjut, Zulhas meyakini program MBG bisa menggerakan ekonomi rakyat. Apalagi dengan target penerima MBG sebesar 82,9 juta maka hal tersebut akan mendorong permintaan kebutuhan pangan yang besar.

"Bayangkan kalau ada 82,9 juta penerima manfaat, kalau kita butuh telur satu hari satu, maka kita membutuhkan 82,9 juta butir telur, bayangkan dampaknya. Kalau kita perlu ikan satu potong satu hari berarti kita perlu 82,9 juta potong ikan, bayangkan dampaknya ke tambak-tambak rakyat," kata Menteri yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

"Pendek kata ini akan menggerakan ekonomi rakyat," imbuhnya.

Ia mengatakan, di dalam aturan tata kelola MBG, SPPG harus menampung produk hasil UMKM, koperasi dan Badan Usaha Desa. Dengan begitu, MBG diharapkan bisa menggerakan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan.

2. Pemerintah sudah tidak impor beras pada 2025

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas. (dok. Bulog)

Poin lain yang disampaikan oleh Zulkifki di dalam video itu yakni pemerintah disebut sudah tak lagi mengimpor beras dan jagung pakan pada 2025. Pada 2024, jumlah impor beras mencapai 4,52 juta ton namun pada 2025 tak ada impor.

Sedangkan pada 2024, Indonesia masih mengimpor 250 ribu ton jagung, namun pada 2025 juga tidak ada impor.

"Alhamdulillah pada tahun ini, produksi (beras) kita naik 13,5 persen menjadi 34,77 juta ton," katanya.

Ia juga menyebut harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mengalami kenaikan 30 persen. Kini harga gabah mencapai Rp6.500 per kilogram.

"Dampaknya, nilai tukar petani mengalami kenaikan. Dari semula pada 2024 116, kini mencapai 124. Ini menandakan kesejahteraan petani kita menguat," tutur dia.

3. BGN akui dapur MBG dikelola oleh semua partai politik

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang (kiri) di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times sesi "Nutrisi Sehat, Ekonomi Lokal Melesat" pada Rabu (14/1/2026) di IDN HQ. (IDN Times/Herka Yanis)

Sementara, di forum yang sama, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengakui semua orang dalam partai politik ikut mengelola dapur MBG. Begitu pula dengan TNI dan Polri. Tetapi, dalam pandangannya tidak ada larangan bagi siapapun untuk membantu pemerintah dan mendistribusikan MBG ke wilayahnya masing-masing.

"Siapapun juga (yang mau bantu program MBG), silakan. Asal dapurnya bener. Asal ketika membangun dapur ya dapur yang bener. Jangan malah (SPPG) punya tokoh tertentu tetapi malah makanan yang diproduksi menyebabkan keracunan," ujar Nanik.

"Justru kalau pemilik dapurnya seorang tokoh, maka kualitas dapurnya harus bagus dan dijaga dong," imbuhnya.

Di forum itu, Nanik turut membenarkan putri dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan yang bernama Yasika Aulia memang mengelola 41 dapur MBG. Ia mengetahui informasi itu dengan menanyakan langsung kepada ayah Yasika, Yasir Machmud.

"Kalau itu kan sudah saya konfirmasi. Kalau itu sudah saya tanyakan langsung (ke Yasir Machmud) dan bener, dan itu sudah saya jawab pertanyaan media," tutur dia.

Editorial Team