Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau persiapan menyambut libur lebaran di Taman Bendera Pusaka dan Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) sore (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Sebelumnya, Widiyanti memastikan destinasi pariwisata di Indonesia tetap aman bagi wisatawan di tengah dinamika global dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
“Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” kata Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Widiyanti menjelaskan, sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas dan perjalanan lintas negara. Karena itu, dinamika yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah, dapat memunculkan ketidakpastian dalam perjalanan internasional, baik bagi wisatawan maupun industri pariwisata global.
Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pariwisata terus melakukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia. Salah satu strategi yang dirumuskan adalah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara-negara dengan akses perjalanan yang stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.
Selain melakukan pergeseran target pasar, Kementerian Pariwisata juga mengintensifkan promosi pariwisata Indonesia melalui kampanye digital yang lebih masif, meningkatkan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event lintas negara, serta memperkuat minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri.
Terkait dengan penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, untuk memastikan wisatawan dapat menunggu dengan aman hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.
“Kami juga memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” kata Widiyanti.
Dalam laporan kinerja bulanan Kementerian Pariwisata periode Maret 2026, Menteri Pariwisata menyampaikan sektor pariwisata nasional menunjukkan tren yang positif pada awal tahun.
Pada Januari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta kunjungan. Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Negara-negara tersebut mencerminkan kombinasi pasar tradisional dan pasar strategis yang terus menjadi fokus pengembangan pariwisata Indonesia,” imbuhnya.