Respons Prabowo Saat Rektor Minta Beasiswa Mahasiswa-Dosen Ditambah

- Presiden Prabowo merespons positif usulan para rektor untuk menambah beasiswa mahasiswa dan dosen S3, serta meningkatkan anggaran riset di perguruan tinggi.
- Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut Presiden meminta kajian lanjutan terkait penambahan beasiswa dosen dalam negeri dan yakin kebijakan itu akan memperkuat peran kampus.
- Prabowo juga mengungkap telah menutup lebih dari 200 BUMN yang terus merugi, dengan rencana menyisakan sekitar 250 perusahaan agar kinerja negara lebih efisien.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mendapat usulan dari rektor agar beasiswa mahasiswa dan dosen yang ingin melanjutkan S3 ditambah. Usulan itu disampaikan pada sesi penutupan Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia, di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof Eduart Wolok, mengatakan Presiden Prabowo merespons baik usulan tersebut.
"Iya, tentu untuk peningkatan anggaran riset, peningkatan anggaran riset dan juga beasiswa. Baik beasiswa bagi mahasiswa maupun beasiswa untuk dosen studi S3. Dan semuanya direspons dengan baik oleh Pak Presiden," ujar Eduart di JICC, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
1. Mendikti yakin Presiden Prabowo akan mendukung

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, mengatakan Presiden Prabowo juga sudah memberikan arahan agar usulan tersebut untuk dikaji.
"Beasiswa dosen tadi diminta untuk ada usulan dari para teman-teman peserta untuk ditambah jumlahnya untuk S3 dosen dalam negeri. Itu juga kami diminta untuk mengkaji tapi tentu ini kami akan mengkaji beberapa hal tambahan-tambahan yang diusulkan," ucap Brian.
Brian meyakini, Presiden Prabowo akan mendukung usulan tersebut. Sebab, tujuannya untuk memperkuat peran perguruan tinggi.
"Tentu nanti kami akan laporkan kepada Bapak Presiden dan saya yakin bahwa Presiden akan mendukung beberapa hal yang memang memperkuat peran perguruan tinggi," kata dia
2. Prabowo terima usul rektor

Presiden Prabowo Subianto menerima usul sejumlah profesor yang memberikan saran, usul dan masukan kepada Presiden Prabowo. Prabowo menegaskan, usul anak desa melalui media sosial juga diterima olehnya.
"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok, atau lewat saya, segera tindaklanjuti, saudara-saudara," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, salah satu usul yang disampaikan adalah, agar BUMN bisa mengalokasikan keuntungan perusahaannya untuk riset dan inovasi.
"Sepintas saya baca tadi, saya dengar banyak usul yang sangat baik, sangat masuk akal dan akan segera kita tindaklanjuti. Jadi sebagai contoh usul alokasi beasiswa doktor bagi dosen baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta dan sebagainya ini usul yang sangat baik, ini akan kita tindaklanjuti," kata dia.
"Tadi juga usul sektor industri, biaya riset, diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan untuk riset ya, inovasi. Ini bagus usul, masalahnya BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih Danantara mana itu? Ya terima kasih," sambungnya.
3. Prabowo beberkan sudah tutup ratusan BUMN

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menceritakan sudah menutup lebih ratusan BUMN yang rugi terus.
"Dari seribu lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 250 lah ya. Bagaimana Pak Oskar Doni? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250. Bayangkan lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh," imbuhnya.











