Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Imipas Dorong Lapas Jadi Pusat Pangan-Kuatkan Ekonomi Napi
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat (Imipas) Agus Andrianto dalam agenda Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan di Politeknik Imigrasi, Tangerang. (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Menteri Imipas Agus Andrianto mendorong transformasi lapas menjadi pusat keunggulan produk pangan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi warga binaan.
  • Melalui pelatihan dan pembinaan, warga binaan dilatih mengelola lahan serta dikembangkan menjadi tenaga kerja produktif agar siap kembali ke masyarakat secara mandiri.
  • Kementerian Imipas menyalurkan bantuan usaha berupa gerobak dan modal tunai bagi keluarga warga binaan, disesuaikan dengan minat penerima agar usaha berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan dorongan transformasi lembaga pemasyarakatan menjadi pusat keunggulan produk pangan saat peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Tangerang. Ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional yang terintegrasi dengan pembinaan warga binaan.

kini

Kementerian Imipas tengah menjalankan program pelatihan kerja dan bantuan usaha bagi warga binaan serta keluarganya. Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi dan menjadikan lapas sebagai sentra bisnis mandiri berkelanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mendorong transformasi lembaga pemasyarakatan menjadi pusat keunggulan produk pangan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan dan keluarganya.
  • Who?
    Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bersama jajaran Kementerian Imipas serta warga binaan di berbagai lapas dan rutan di Indonesia.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Tangerang saat peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, dengan pelaksanaan program mencakup lapas dan rutan di seluruh Indonesia.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.
  • Why?
    Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi warga binaan agar lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.
  • How?
    Pemerintah memberikan pelatihan keterampilan, mengoptimalkan lahan pertanian di lapas, serta menyalurkan bantuan usaha berupa gerobak dan modal tunai bagi keluarga warga binaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Agus mau bikin penjara jadi tempat orang belajar tanam dan buat makanan. Orang yang di dalam penjara diajarin kerja supaya bisa punya keahlian dan siap kalau sudah bebas nanti. Keluarga mereka juga dikasih bantuan seperti gerobak dan uang supaya bisa usaha sendiri. Sekarang banyak orang sedang dilatih dan lahan sudah siap digarap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Inisiatif Kementerian Imipas untuk menjadikan lapas sebagai pusat keunggulan produk pangan menunjukkan langkah konstruktif dalam memadukan pembinaan dengan penguatan ekonomi. Melalui pelatihan, pemanfaatan lahan, dan bantuan usaha yang disesuaikan dengan kemampuan penerima, program ini membuka ruang bagi warga binaan dan keluarganya untuk berdaya secara mandiri serta berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mendorong transformasi lembaga pemasyarakatan (lapas) jadi pusat keunggulan produk pangan. Pihaknya juga ingin memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan dan keluarganya melalui program pembinaan dan bantuan usaha.

Dia mengatakan, salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan ketahanan pangan nasional yang diintegrasikan dengan kegiatan pembinaan di dalam lapas dan rumah tahanan (rutan). Menurut dia, warga binaan punya potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan.

"Kita ingin menjadikan warga binaan pemasyarakatan sebagai pelaku aktif pembangunan bangsa bukan sekadar objek pembinaan yang pasif. Di balik tembok-tembok pemasyarakatan sesungguhnya terpendam potensi yang luar biasa dari warga binaan," kata dia saat peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Tangerang, Senin (27/4/2026).

1. Tenaga kerja dilatih, lahan siap digarap

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat (Imipas) Agus Andrianto dalam agenda Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan di Politeknik Imigrasi, Tangerang. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Agus mengatakan, pihaknya tengah mendorong perubahan besar dengan menjadikan lapas sebagai sentra bisnis mandiri yang berkelanjutan. Melalui pelatihan dan pembinaan, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat secara produktif.

"Kita memiliki ribuan tenaga kerja yang siap dilatih serta lahan-lahan yang siap digarap. Potensi inilah yang kita optimalkan untuk menjadikan pemasyarakatan sebagai center of excellence dalam produk pangan. Kita mentransformasi lembaga pemasyarakatan sebagai sentra bisnis yang mandiri berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas," kata dia.

2. Berikan bantuan usaha ke warga binaan

Agenda Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan di Politeknik Imigrasi, Tangerang. (YouTube/Ditjen pemasyarakatan)

Selain program di dalam lapas, Kementerian Imipas juga menyalurkan bantuan usaha kepada keluarga warga binaan berupa gerobak dan modal tunai. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu keluarga tetap bertahan secara ekonomi selama anggota keluarga mereka menjalani masa hukuman.

"Ini adalah hasil kerja dari teman-teman yang sekarang menjadi warga binaan. Mereka melakukan kegiatan-kegiatan produktif di seluruh Indonesia. Ini sebagian preminya kita ambil kemudian kita kerja sama dengan BRI kemudian ada bantuan dari pegawai sehingga kita wujudkan dalam bentuk bantuan usaha kepada keluarganya," kata Agus.

3. Disesuaikan dengan minat dan kemampuan penerima

Ilustrasi Lapas Kelas IIA Bekasi menerima kunjungan keluarga warga binaan. (IDN Times/Imam Faishal)

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan minat dan kemampuan penerima, sehingga usaha yang dijalankan diharapkan dapat berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan untuk memberikan dampak nyata tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga mereka.

"Mudah-mudahan dengan adanya usaha ini akan menambah kesejahteraan kepada keluarga warga binaan pemasyarakatan yang keluarganya masih ada di dalam lembaga pemasyarakatan," ujar dia.

Editorial Team