Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
menteri pkp.jpg
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait. (IDN Times/Yuko Utami)

Intinya sih...

  • KPK apresiasi langkah Maruarar Sirait

  • Maruarar mau bangun Rusun Subsidi di Meikarta

  • Maruarar sudah lapor presiden Prabowo Subianto

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (21/1/2026). Kedatangannya ke lembaga antirasuah terkait rencana pemanfaatan lahan Meikarta untuk rumah susun bersubsidi.

"Betul, hari ini terjadwal Pimpinan KPK menerima audiensi Pak Menteri PKP bersama jajaran. Di antaranya akan membahas pemanfaatan lahan  Meikarta yang rencananya digunakan untuk Rusun Bersubsidi," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Rabu (21/1/2026).

1. KPK apresiasi langkah Maruarari Sirait

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (IDN Times/Aryodamar)

Budi mengatakan KPK mendukung inisiatif Maruarar mendatangi KPK. Sebab, hal itu bisa memitigasi risiko korupsi.

"Sehingga pemanfaatkan aset untuk kemaslahatan masyarakat menjadi lebih nyata dan optimal," ujarnya.

2. Maruarar mau bangun Rusun Subsidi di Meikarta

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait saat bertanya pada satu warga yang melakukan pelayanan PBG di MPP Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait memengaskan pemerintah akan membangun rumah susun subsidi di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ara pun sempat meninjau dua lokasi di kawasan Meikarta.

Menurut Maruarar, kedua lokasi memiliki potensi strategis untuk dikembangkan karena berada di kawasan dengan akses transportasi yang baik dan berdekatan dengan kawasan industri.

“Kalau dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 kilometer, sementara titik pertama sekitar 2 kilometer. Jadi menurut saya lokasinya bagus,” ujar Ara dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, di atas lahan sekitar 10 hektare tersebut, rencananya dibangun sekitar 18 tower rumah susun lengkap dengan fasilitas penunjang seperti sekolah, klinik, taman bermain, dan fasilitas olahraga, agar benar-benar menjadi lingkungan yang layak huni.

“Saya ingin rusun subsidi ini menjadi contoh yang baik bagaimana masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Kita berusaha mencari terobosan-terobosan,” kata Menteri Maruarar.

Menteri PKP menegaskan, seluruh proses pembangunan akan dilakukan sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian, termasuk memastikan status lahan yang digunakan bukan merupakan lahan sawah.

“Kalau sawah tentu tidak boleh digunakan. Itu sudah pasti,” tegasnya.

3. Maruarar sudah lapor presiden Prabowo Subianto

Maruarar Sirait bersama Prabowo Subianto (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Lebih lanjut, ia menyampaikan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan, termasuk dengan pemerintah daerah dan pihak swasta. Ara juga sudah melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden dan Ketua Satgas Perumahan Pak Hashim. Kami akan bergerak cepat dan pastikan semua sesuai aturan. Rabu atau Kamis depan saya akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, di Gedung Sate untuk verifikasi lanjutan,” ungkap Menteri Maruarar.

Editorial Team