Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minim Petunjuk, Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Aktivis di Bekasi
TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan aktivis buruh Ermanto Usman di Bekasi, namun penyidikan terhambat karena minimnya saksi dan tidak adanya rekaman CCTV di lokasi kejadian.
  • Kronologi bermula saat anak korban curiga ibunya tak membangunkan sahur, lalu menemukan kamar terkunci dan mendengar rintihan sebelum akhirnya warga membantu membuka paksa pintu.
  • Korban dikenal sebagai aktivis buruh dan pegiat antikorupsi yang telah berjuang lebih dari dua dekade, bahkan sempat menerima ancaman terkait aktivitasnya di lingkungan pelabuhan Jakarta Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tewasnya aktivis buruh, Ermanto Usman (65) yang jasadnya ditemukan di rumahnya, Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin (2/3/2026) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan berupaya mencari barang bukti.

“Untuk update terbaru, kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini tim masih mengumpulkan semua bukti, belum ada perkembangan yang signifikan," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

1. Polisi akui kesulitan ungkap kasus

TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)

Andi mengatakan, kasus tersebut juga ditangani Dirkrimum Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Meski begitu, pihaknya mengakui kesulitan melakukan penyelidikan lantaran minimnya saksi dan barang bukti.

“Iya, di rumah korban tidak ada CCTV. Saksi juga sangat minim,” kata dia.

“Untuk (CCTV) di lingkungan sekitar juga tidak ada yang menangkap gambar terduga pelaku. Semua CCTV mengarah ke pekarangan masing-masing rumah,” lanjut Andi.

2. Kronologi penemuan jasad korban

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, Andi menjelaskan, peristiwa itu berawal saat anak korban yang berada di lantai atas curiga, lantaran ibunya tidak membangunkan dia saat sahur. Anaknya itu terbangun setelah bunyi alarm sekitar pukul 04.15 WIB.

"Tapi karena jam 3 belum ada yang membangunkan, akhirnya alarm korban bunyi tuh, sekitar jam 04.15 WIB. Ketika korban terbangun, korban kaget, 'Kok saya belum dibangunkan ini udah mau imsak," kata Andi, Senin (2/3/2026).

Setelah itu, anak korban langsung mencoba menghampiri ke kamar orangtuanya yang terkunci. Namun, dia mendengar suara merintih dari dalam kamar.

"Anak korban panik kemudian meminta tolong keluar (ke) warga, tapi gak ada siapa-siapa di sini sehingga menghubungi keluarganya. Kemudian keluarga korban datang dan dilakukan kaca (kamar) dibuka paksa," jelas Andi.

3. Korban merupakan aktivis buruh

TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, kakak Ermanto, Dalsaf Usman mengungkapkan, adiknya merupakan aktivis buruh di lingkungan PT Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Jakarta Utara.

"Karena sebagaimana diketahui, ini korban merupakan almarhum adalah pegiat anti korupsi," kata dia kepada jurnalis, Selasa (3/3/2026).

Dalsaf menceritakan, korban menjadi aktivis di sekitar pelabuhan sudah lebih dari 25 tahun. Korban juga sempat bercerita kepada Dalsaf sering mendapatkan ancaman saat menangani suatu kasus.

Meski begitu, lanjut Dalsaf, korban belum pernah lagi bercerita terkait pekerjaannya dalam beberapa bulan terakhir.

"Nah, (baru-baru ini) dia gak komunikasi dengan saya, tetapi di dalam kegiatannya itu dia pernah bicara (mendapatkan pengancaman)," ucap Dalsaf.

Editorial Team