Menyambung soal kolaborasi antarprovinsi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Khofifah menegaskan bahwa kedua daerah memiliki visi yang sama terkait program strategis nasional. "Kita satu visi, pasti soal sekolah rakyat, program makanan bergizi, dan ketahanan pangan. Kalau di Jawa Timur ini, alhamdulillah kita sudah masuk pada posisi lumbung pangan nasional. Posisinya sudah kedaulatan pangan. Makanya komoditas seperti beras, daging ayam, telur, dan daging sapi termasuk di dalam transaksi yang cukup strategis antara Jatim dan Kalteng," katanya.
Sementara itu, Pj. Sekda Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, memberikan apresiasi penuh atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting bagi perekonomian Kalteng.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tentu sangat menyambut baik kunjungan kerja Ibu Khofifah beserta seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Kolaborasi melalui Misi Dagang ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, sementara Jatim memiliki keunggulan di sektor pangan dan industri. Kami berharap sinergi ini berdampak jangka panjang bagi kelancaran distribusi barang, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, dan tentunya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalteng," tegas Linae.
Diharapkan melalui momentum kunjungan kerja dan misi dagang ini, hubungan bilateral antara Pemprov Kalteng dan Pemprov Jatim semakin solid dan berkelanjutan. Sinergisitas yang terbangun ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mewujudkan Kalimantan Tengah yang Makin BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis). (WEB)