Ilustrasi Pemilu. (IDN Times/Mardya Shakti)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan akan mengidentifikasi masalah dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak. Setelah menemukan urgensi dari Pilkada itu, baru pihaknya akan mengusulkan untuk dievaluasi.
Wacana mengevaluasi penyelenggaraan Pilkada juga tak terbatas karena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi, tapi juga banyaknya kepala daerah yang meminta sumbangan kepada pengusaha.
“Banyak pengusaha yang mengeluh dengan sistem pemilihan langsung di daerah, ini rata-rata dia harus menyumbang tidak hanya satu calon, tapi dua, tiga calon, di daerah yang sama,” ucap Bamsoet.
Sementara, Wakil Ketua MPR Yandri Susanto mengatakan, pemilihan gubernur sebaiknya dikembalikan ke DPRD. "Disertasi Pak Gamawan (mantan Menteri Dalam Negeri), tentang perlunya kembali ke sistem pemilihan DPRD kabupaten/kota dan provinsi. Jadi, menurut kami ini yang perlu dikaji, jangan sampai membuat UUD berdasarkan kepentingan, itu gak boleh," ujar politikus PAN itu.