Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nusron Siapkan Eks HGU Jadi Huntap, Tunggu Permintaan Mendagri Tito
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Kementerian ATR siapkan lahan eks HGU di Aceh untuk huntap korban terdampak bencana Sumatra.

  • Terdapat potensi 18 HGU dengan total luas 24.418 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi huntap di Sumatra Utara.

  • Provinsi Sumatra Barat, Kementerian ATR/BPN mencatat potensi 33 HGU dengan total luasan mencapai 88.445 hektare, yang dapat dimanfaatkan untuk huntap,

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan ketersediaan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) di sejumlah provinsi yang dinilai siap dimanfaatkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang Sumatra.

Nusron mengatakan, di Aceh terdapat HGU dengan luas 81.551 hektare yang tersebar di 18 kabupaten. Ia mengatakan lahan HGU ini siap dimanfaatkan untuk kebutuhan huntap bagi warga terdampak. Lahan tersebut berada dekat lokasi banjir dengan jarak 1 kilometer hingga 5 kilometer ke lokasi banjir.

Kendati, Nusron masih menunggu permintaan dari Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra.

"Ini berpotensi bisa menjadi huntap, tinggal kebutuhan berapa kami menunggu dari Pak Satgas (Mendagri Tito Karnavian)," kata Nusron, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).

1. Lebih dari 80.047 hektare lahan HGU di Aceh yang berpotensi untuk huntap

Hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) mulai dibangun. (Dok. Kemendagri)

Nusron menjelaskan Kementerian ATR/BPN mencatat terdapat HGU dengan total luasan mencapai 80.047 hektare, yang telah ditetapkan sebagai tanah terlantar di Provinsi Aceh.

Selain itu, terdapat 10 bidang HGU seluas 2.546 hektare yang juga telah ditetapkan terlantar, dan berada dalam radius hingga 1 kilometer dari lokasi bencana.

Nusron juga mencatat terdapat dua HGU dengan luas sekitar 1.503 hektare, yang jangka waktunya telah berakhir. Kemudian, terdapat 1 HGU seluas 178 hektare berada di radius 1 kilometer dari lokasi bencana.

“Artinya, seandainya nanti untuk huntap ingin menggunakan eks HGU maupun menggunakan HGU yang jaraknya 1 km, aman, kita sudah siapkan,” kata dia.

2. Sebanyak 18 HGU seluas 24.418 hektare berpotensi untuk huntap di Sumut

Menteri ATR, Nusron Wahid ketika berkunjung ke Bandar Lampung, Lampung. (Dok. Kementerian ATR)

Selain itu, Nusron mengatakan, terdapat potensi 18 HGU dengan total luas 24.418 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi huntap di Sumatra Utara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 HGU seluas 22.771 hektare telah ditetapkan sebagai tanah terlantar.

Selain itu, terdapat 3 HGU dengan luasan 1.647 hektare yang jangka waktunya telah berakhir. Dengan berakhirnya HGU tersebut, terdapat outstanding lahan seluas 1.647 hektare yang dapat dialokasikan untuk kepentingan pembangunan hunian tetap.

"Kemudian untuk Provinsi Sumatera Utara terdapat potensi HGU sebanyak 18 HGU seluas 24.418 ha, yang dapat berpotensi menjadi huntap," kata politikus Partai Golkar itu.

3. Sebanyak 33 HGU seluas 88.445 hektare potensi untuk huntap di Sumbar

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Senin (17/3/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Adapun, di Provinsi Sumatra Barat, Kementerian ATR/BPN mencatat potensi 33 HGU dengan total luas mencapai 88.445 hektare, yang dapat dimanfaatkan untuk huntap. Dari 33 HGU tersebut, sebanyak 30 HGU telah ditetapkan menjadi tanah terlantar.

Selain itu, terdapat 2 HGU dengan luas 1.249 hektare yang berada dalam radius 1 kilometer dari lokasi bencana. Di Sumbar juga terdapat 3 HGU seluas 835 hektare yang telah berakhir jangka waktunya, serta 2 HGU lain dengan total luas 514 hektare yang berakhir masa berlakunya, dan berada dalam radius 1 kilometer dari lokasi bencana.

"Kemudian baik di Aceh, Sumatra Utara, maupun Sumatra Barat, ketersediaan tanah untuk hunian tetap, insyaallah sudah siap,” kata Nusron.

Editorial Team