Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasca Banjir Sumatra Barat, Muncul Banyak Aliran Sungai Baru
Wagub Sumbar Vasco Ruseimy saat menghadiri acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

  • Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy, fokus menangani perubahan aliran sungai pasca bencana longsor yang menyebabkan terbentuknya alur sungai baru di banyak titik.

  • Pemerintah memprioritaskan pengangkatan sedimen di sepanjang sungai yang terdampak dan melakukan penanganan secara bertahap dengan menyisir aliran sungai dari hulu ke hilir.

  • Sebanyak 30 sungai di Sumbar mengalami kondisi serupa akibat bencana, namun proses penanganan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus menangani perubahan aliran sungai pascabencana alam yang melanda sejumlah daerah. Dia menyebut bencana longsor telah menyebabkan penumpukan sedimen besar yang memicu terbentuknya alur sungai baru di banyak titik.

Menurut Vasko, saat ini pemerintah memprioritaskan pengangkatan sedimen di sepanjang sungai yang terdampak. Endapan tanah dan material longsor membuat aliran sungai berubah arah dan bahkan melintasi kawasan permukiman warga.

"Kondisi sekarang itu adalah kita mengangkat sedimen yang ada di seluruh sungai tersebut. Karena tadi benar, aliran sungainya berubah. Yang tadinya sungainya ke arah kiri misalnya, banyak yang akhirnya berubah ke kanan," kata Vasko dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 By IDN Times, di Kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan, perubahan alur sungai terjadi karena sungai lama mengalami pendangkalan parah akibat timbunan material longsor. Akibatnya, air mencari jalur baru yang justru melewati area pemukiman.

"Tercipta sendiri sungai baru, yang itu di atasnya rumah orang. Karena sungai yang ada sudah terlalu menumpuk sedimennya karena dibawa tanah semua yang turun longsor semua di sungai itu," kata Vasko.

Vasko mengungkapkan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyisir aliran sungai dari hulu ke hilir. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 30 sungai di Sumbar yang mengalami kondisi serupa akibat bencana.

"Akhirnya, tinggi dan itu menciptakan sungai baru yang itu pelan-pelan mulai dari hulu kita sisir. Karena di Sumbar itu ada sekitar 30 sungai yang terdampak seperti itu," katanya.

Meski demikian, dia menegaskan proses penanganan tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah harus melalui sejumlah tahapan teknis yang membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor.

"Tapi memang kadang, kita kan maunya hari ini kerjakan, langsung selesai. Maunya kan gitu ya, tapi ini kan punya proses semua," tutur Vasko.

Dia menyatakan, upaya tersebut mencakup pemindahan batu-batu besar, pengangkatan tanah sedimen, hingga evakuasi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai baru.

"Kita perlu mindahin batu besar, tanah sedimen, evakuasi masyarakat dan lain-lain. Dalam konteks itu, itu yang pemerintah lakukan koordinasi dari dalam setiap sektornya," ujar Vasko.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Editorial Team