Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menggelar upacara hari kemerdekaan RI bersama kader-kadernya di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2035) (IDN Times/Amir Faishol)
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini menambahkan, alasan lain PDIP perlu mempertimbangkan Megawati ialah soal soliditas basis. Ia menyebut, untuk mesin partai dan pemilih inti, Megawati masih menjadi magnet yang sulit digantikan.
“Kalau buat simpatisan, kader, pendukung PDI Perjuangan, Megawati ini gede banget dukungannya. Jadi kalau dia maju pasti coattail effect PDI Perjuangannya juga naik,” kata Hensa.
Soal kans kemenangan, Hensa mengakui peluang Megawati tidak besar jika menghadapi Prabowo sebagai petahana. Namun, ia menekankan, dampak terhadap kekuatan PDIP di pemilu legislatif menjadi pertimbangan penting.
"Memang kalau lawan Pak Prabowo ini, memang sulit dikalahkan karena dia petahana dan sejauh ini belum ada petahana yang kalah dalam Pemilu kita sejak 2004," kata Hensa.
"Tapi untuk coattail effect PDI Perjuangan, harus Megawati Soekarnoputri. Karena kalau enggak Bu Mega, ini bisa jadi kalah sama Gerindra nanti, putus rekor mereka di Pileg yang sudah hattrick," tegasnya.
Hensa memprediksi, persaingan legislatif akan semakin ketat, termasuk karena Gerindra dinilai akan menaikkan usahanya untuk meraup kursi legislatif.
Oleh sebab itu, PDIP perlu mengeluarkan “kartu” yang paling kuat untuk menahan penurunan suara yaitu Megawati Soekarnoputri.
“Saya menduga Gerindra akan genjot kenceng pileg ini, angka sekitar 35 persen di 2029 itu menurut saya enggak mustahil buat ditembus oleh Gerindra," kata Hensa.
"Maka supaya tetap berada di tataran elit, PDI Perjuangan harus mengeluarkan kartu truf yaitu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.