Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rakernas PDIP, Pilkada, DPRD
Rekomendasi Rakernas I PDIP saat dibacakan Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Senin (12/1/2026). (IDN Times/Amir Faishol)

Intinya sih...

  • PDIP mendukung reformasi TNI sebagai tentara profesional yang menjauhi politik praktis.

  • Partai mendorong pemerintah untuk memperkuat mekanisme organisasi berbasis meritokrasi dan jenjang karir yang terukur di internal TNI.

  • PDIP juga mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan berlandaskan prinsip kemandirian.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PDI Perjuangan (PDIP) mendukung penuh reformasi TNI sebagai tentara profesional, yang teguh pada amanat Reformasi 1998, dengan menjauhi politik praktis.

Hal ini menjadi salah satu poin krusial dalam Rekomendasi Eksternal Rakernas I PDIP yang dibacakan Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Senin (12/1/2026). 

"Rakernas I Partai menegaskan kembali komitmen reformasi untuk menjadikan TNI sebagai tentara profesional yang teguh pada amanat Reformasi 1998 dengan menjauhi politik praktis," kata Jamaluddin.

Dalam aspek tata kelola di internal TNI, PDIP juga mendorong pemerintah untuk memperkuat mekanisme organisasi berbasis meritokrasi, senioritas, dan jenjang karier yang terukur. 

Hal ini penting demi menjaga soliditas TNI, serta menjaga loyalitas tunggal kepada konstitusi.

Pada saat bersamaan, PDIP juga mendorong pemerintah untuk menjamin peningkatan kesejahteraan prajurit TNI melalui tunjangan dan fasilitas operasional yang layak, sepadan dengan risiko pengabdian mereka di medan tugas.

Selain itu, PDIP juga mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan berlandaskan prinsip kemandirian. 

Pembangunan dalam bidang pertahanan harus tetap memprioritaskan industri dalam negeri, yang berbasis kajian ancaman riil tanpa didikte pasar global.

"Rakernas I mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan berlandaskan prinsip kemandirian," kata Jamaluddin.

Diketahui, PDIP menggelar Rakernas I pada 10-12 Januari 2026. Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat konsolidasi internal. 

Adapun, pada agenda hari ketiga ini, PDIP menyampaikan Laporan Hasil Sidang Komisi-komisi Rakernas I PDIP sekaligus Rancangan Sikap Politik dan Eksternal. Salah satunya menolak keras wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung melalui DPRD.

Editorial Team