Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PDIP Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Jemaah Umrah RI
Jemaah umrah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram. (IDN Times/Mela Hapsari)
  • Abidin Fikri dari PDIP meminta pemerintah memperketat pemantauan keselamatan jemaah umrah Indonesia di tengah konflik Iran, AS, dan Israel yang berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan.
  • Kementerian Haji dan Umrah memastikan ribuan jemaah Indonesia telah pulang dengan aman serta mengimbau calon jemaah menunda keberangkatan hingga situasi Timur Tengah kembali kondusif.
  • Pemerintah meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memantau penuh seluruh jemaah, memastikan pelayanan, keamanan, dan kepulangan berjalan tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri mengingatkan pemerintah untuk terus memantau keselamatan jemaah umrah Indonesia, di tengah memanasnya perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Terlebih, sejumlah maskapai rute timur tengah banyak yang membatalkan penerbangannya.

“Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif agar pemetaan dan data jamaah yang terdampak segera menyediakan akomodasi darurat dan bantuan logistik,” ujar Abidin dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/3/2026).

1. DPR terus mengawal

Jemaah umrah asal Indonesia di tanah suci Makkah (Dok.IDN Times/Istimewa)

Abidin mengatakan, Komisi VIII DPR RI juga terus mengawal perkembangan yang terjadi. Dia juga mengimbau kepada jemaah umrah Indonesia untuk senantiasa mengikuti arahan dari KBRI.

“Komisi VIII akan terus mengawal dan mengikuti secara seksama perkembangan perang yang berkecamuk di timur tengah serta secara ketat memastikan keselamatan jamaah umrah agar kembali aman ke tanah air," ucap dia.

"Pemerintah harus hadir penuh, jangan biarkan jamaah terlantar serta menghimbau jamaah -pihak travel penyelenggara umrah- agar tetap tenang patuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri RI,” sambungnya.

2. Kemenhaj pastikan kondisi jemaah aman

Potret Kondisi Jemaah Umrah (IDN Times/Kevin Handoko)

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan jemaah haji seluruh jemaah umrah asal Indonesia yang melaksanakan ibadah di masa perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel aman. Perang terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Kemenhaj juga mengimbau jemaah haji RI yang memiliki rencana berangkat untuk menunda.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha mengatakan, pada periode 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sudah ada 6.047 jemaah yang sudah pulang ke Indonesia.

“Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” ujar Ichsan dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Ichsan menjelaskan, di hari pertama perang, pada 28 Februari 2026, ada 4.200 jemaah umrah telah pulang ke Indonesia. Mereka menggunakan 12 penerbangan. Sementara itu, jemaah yang pulang pada 1 Maret 2026, ada 2.047 jemaah dengan menggunakan lima penerbangan.

3. Kemenhaj minta PPIU pantau jemaah umrah secara penuh

Kondisi Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta (27/2) (IDN Times/Kevin Handoko)

Kemenhaj kemudian meminta kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk terus memantau jemaah umrah secara penuh. Sebab, hingga 18 April 2026, ada 43.363 jemaah yang terjadwal berangkat ke Tanah Suci.

“Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Tanggung jawab itu tidak boleh diabaikan,” kata dia.

“Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” lanjutnya.

Editorial Team