Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pegawai Ayam Geprek di Bekasi Tewas Dimutilasi, 2 Pelaku Ditangkap
Ilustrasi korban pembunuhan. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Seorang pegawai ayam geprek bernama Abdul Hamid ditemukan tewas dimutilasi di dalam freezer kios tempatnya bekerja di kawasan Mega Regency, Bekasi.
  • Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku berinisial DS alias A dan S di Majalengka, serta menemukan potongan tubuh korban di dua lokasi berbeda di Kabupaten Bogor.
  • Penyidik masih mendalami motif dan peran masing-masing pelaku melalui pemeriksaan intensif untuk mengungkap konstruksi lengkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Abdul Hamid, pegawai ayam geprek di salah satu kios yang berada di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, ditemukan tewas dengan tubuh tidak utuh di dalam freezer pada Sabtu, 28 Maret 2026 lalu.

Salah satu warga, Ali, mengatakan korban dikenal ramah dan kerap berinteraksi dengan warga sekitar. Bahkan, pria 39 tahun yang akrab disapa Pak Bedul itu, masih sempat terlihat pada malam takbiran.

“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” katanya kepada jurnalis, Selasa (31/3/2026).

1. Dua pelaku ditangkap

Ilustrasi korban tewas (IDN Times/ Mardya Shakti)

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap kedua pelaku berinisial DS alias A dan S. Keduanya ditangkap di wilayah Kabupaten Majalengka pada Minggu, 29 Maret 2026 pagi.

"Keduanya ditangkap pada Minggu, pukul 09.30 WIB di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka," kata dia, Selasa.

2. Potongan tubuh korban ditemukan di Bogor

ilustrasi korban (IDN Times/Mardya Shakti)

Budi mengatakan setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya menemukan potongan tubuh korban di wilayah Kabupaten Bogor. Potongan tubuh korban ditemukan di kebun bambu yang berlokasi di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Minggu, 29 Maret 2026 pukul 09.30 WIB.

"Di lokasi itu ditemukan tas yang berisikan potongan tubuh berupa tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta satu paha atas," kata dia.

Selain itu, lanjut Budi, satu paha atas lainnya ditemukan di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

3. Masih dilakukan penyelidikan

Ilustrasi korban lakalantas. (IDN Times/Sukma Shakti)

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kedua pelaku untuk mengetahui pasti motif pembunuhan hingga tega melakukan mutilasi terhadap korban.

"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pihak,” kata Budi.

Editorial Team