Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Siapkan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Pati
Mensos Gus Ipul Kawal Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati
  • Pemerintah melalui Mensos Gus Ipul menegaskan komitmen pemulihan menyeluruh bagi korban pelecehan seksual di Ponpes Ndolo Kusumo, termasuk perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan bersama Pemkab Pati.
  • Pemerintah memastikan pendidikan para santri tetap berlanjut dengan koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan instansi terkait agar proses belajar berlangsung aman dan nyaman.
  • Pemkab Pati membentuk satgas khusus untuk penanganan lanjutan kasus ini, sementara Gus Ipul meminta aparat hukum menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku sebagai efek jera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Mei 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu langsung dengan sejumlah korban pelecehan seksual di Ponpes Ndolo Kusumo, Pati, didampingi orangtua mereka. Dalam pertemuan itu dibahas langkah pemulihan bagi para korban dan keberlanjutan pendidikan santri.

17 Mei 2026

Gus Ipul menyampaikan melalui laman resmi Kemensos bahwa pemerintah akan memberikan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan bagi korban. Ia juga menegaskan pentingnya kelanjutan pendidikan santri serta meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

17 Mei 2026

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi dukungan Kemensos dan mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus bersama Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan untuk penanganan lanjutan kasus tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menyiapkan langkah pemulihan menyeluruh bagi korban pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, termasuk perlindungan, rehabilitasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan pendidikan santri.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Pemerintah Kabupaten Pati, Pelaksana Tugas Bupati Risma Ardhi Chandra, serta para korban dan keluarga mereka terlibat dalam upaya penanganan ini.
  • Where?
    Kegiatan dan koordinasi berlangsung di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, khususnya terkait Pondok Pesantren Ndolo Kusumo tempat dugaan pelecehan terjadi.
  • When?
    Pertemuan antara Menteri Sosial dengan korban dilakukan pada Jumat, 15 Mei 2026, sementara pernyataan resmi disampaikan pada Minggu, 17 Mei 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak serta menjamin kelanjutan pendidikan santri setelah kasus dugaan pelecehan seksual terungkap.
  • How?
    Pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemkab Pati membentuk satgas khusus dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama serta Dinas Pendidikan guna memberikan pendampingan dan program rehabilitasi bagi para korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak-anak di pesantren di Pati yang jadi korban perbuatan jahat. Pak Menteri Sosial namanya Gus Ipul datang dan bilang pemerintah mau bantu mereka supaya sembuh dan aman. Anak-anak itu nanti tetap bisa sekolah. Pemerintah juga mau pelaku dihukum berat, dan ada tim khusus yang bantu semua korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah pemerintah yang menempatkan korban sebagai pusat perhatian menunjukkan komitmen nyata terhadap pemulihan dan keadilan. Kolaborasi antara Kemensos, Pemkab Pati, serta kementerian terkait memperlihatkan keseriusan membangun sistem perlindungan yang menyeluruh. Upaya menjaga keberlanjutan pendidikan santri juga mencerminkan empati dan tanggung jawab sosial yang kuat di tengah situasi sulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan, pemerintah akan melakukan langkah untuk pemulihan menyeluruh bagi korban pelecehan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan setelah pertemuan langsung Gus Ipul dengan sejumlah korban yang didampingi oleh orangtua mereka di Pati, Jumat (15/5/2026). 

“Kami bersepakat untuk lakukan langkah-langkah pemulihan bagi seluruh korban dan sekaligus memikirkan bersama seluruh santri yang berada di Pondok Pesantren tersebut untuk bisa meneruskan pendidikannya,” kata dia dalam laman resmi Kemensos, Minggu (17/5/2026).


1. Korban akan dapat perlindungan dan rehabilitasi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut Gus Ipul, pemerintah berdiri di pihak korban dan akan memberikan perlindungan secara penuh. 

Dia mengatakan, pemerintah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan bekerja sama memberikan perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan bagi para korban. 

“Kita semua berdiri di sisi korban, kami dengan Pak Bupati akan bekerjasama untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi dan pemberdayaan,” kata dia.


2. Pendidikan santri tetap diupayakan berjalan

ilustrasi kegiatan santri (pexels.com/PPM Al-Hassan Putra)

Pemerintah juga memastikan para santri tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka dengan aman dan nyaman.

Keputusan terkait keberlanjutan pendidikan nantinya akan dikoordinasikan pemerintah daerah bersama Kementerian Agama dan instansi lainnya.

“Pada dasarnya adalah kita ingin akses pendidikan pada anak-anak kita tetap bisa diperoleh, mereka bisa bersekolah yang paling aman, paling nyaman dan paling memungkinkan,” kata Gus Ipul.


3. Pemerintah akan lihat kondisi keluarga korban

ilustrasi korban pelecehan seksual (pixabay.com/Gerd Altmann)

Gus Ipul mengatakan, pemerintah juga akan melihat kondisi keluarga korban sebelum menentukan langkah lanjutan. Dengan demikian, penanganan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kebutuhan. 

“Jadi insyaallah, itu akan dipikirkan bersama dan kita akan melakukan pendampingan sampai tuntas,” ucap Gus Ipul.

4. Minta pelaku dihukum seberat-beratnya

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Gus Ipul juga mengutuk keras dugaan pelecehan seksual tersebut. Dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Kita mengutuk keras kejadian itu, kita minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, umur hidup kalau perlu supaya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ucap dia.

5. Pemkab Pati bentuk satgas khusus

Mensos Gus Ipul Kawal Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengapresiasi dukungan dari Kemensos dalam penanganan kasus tersebut. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah mendukung kami dalam upaya penanganan (kasus di) Ndolo Kusumo. Sehingga kami lebih ringan lagi untuk pendampingan korban. Pak Menteri tadi juga sudah memberikan beberapa program bagi korban,” kata Risma.

Dia mengatakan, Pemkab Pati juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan lanjutan bersama Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan. 


Editorial Team