Bogor, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil alih perbaikan lubang di Jalan Raya Pajajaran, tepatnya di depan RM Gurih 7, Sabtu (28/2/2026) malam.
Meski berstatus sebagai jalannasional, Pemkot Bogor memutuskan untuk segera melakukan penambalan demi menjamin keselamatan pengendara, mengingat tingginya volume kendaraan di jalur utama tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, langkah ini diambil menyusul banyaknya aduan masyarakat mengenai pengendara yang terjatuh akibat lubang di jalur cepat tersebut. Dia tidak ingin menunggu birokrasi yang terlalu lama jika menyangkut nyawa warga.
"Kita mendapatkan pengaduan dari masyarakat karena sudah terjadi beberapa kejadian warga yang terjatuh. Kita putuskan untuk memperbaiki beberapa lubang. Meskipun ini berstatus Jalan Nasional maupun Jalan Provinsi, kita minta izin untuk intervensi semampu Pemerintah Daerah," ujar Dedie saat meninjau lokasi, Sabtu malam.
Pemkot Bogor Ambil Alih Perbaikan Jalan Nasional Bahayakan Pengendara

Intinya sih...
Skema paket bundling dan penggunaan dua warna tote bagKPPG BGN Bogor menerapkan sistem Paket Bundling dan Take-Away selama libur sekolah dan Lebaran. Penerima manfaat wajib membawa kembali kantong yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat mendapatkan paket berikutnya.
Standar menu Ramadan, bebas menu pedas dan cepat basiBGN menginstruksikan SPPG untuk menyajikan menu yang aman secara ketahanan pangan. Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta kurma.
Operasional 100 SPPG untuk 250 Ribu penerima di Kota BogorHingga saat ini, sudah ada 100 SPPG yang telah
1. Sudah mengantongi izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)
Walaupun melakukan perbaikan di jalan yang bukan kewenangannya, Dedie memastikan secara administrasi pihaknya telah bersurat dan berkoordinasi dengan PPK 52 BBPJN.
Langkah ini murni merupakan bentuk perbantuan agar mobilitas masyarakat dari arah Cibinong menuju Ciawi tidak terhambat.
"Kita sudah berkoordinasi. Langkah ini semata-mata dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melintas. Tidak ada teguran atau larangan, selama ada koordinasi tentu mereka mengizinkan," kata dia.
2. Teknis perbaikan gunakan sistem keruk agar tidak bergelombang
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan, perbaikan kali ini tidak hanya sekadar menumpuk aspal. Untuk menghindari masalah elevasi atau jalan bergelombang, aspal lama harus dikeruk terlebih dahulu sebelum dilapisi aspal hotmix baru.
Pengerjaan di titik Pajajaran ini mencakup dua segmen utama, yakni luasan 30 x 6 meter dan 2,5 x 11 meter.
"Kalau kondisinya sudah parah, otomatis tidak bisa sekadar di-layer (dilapisi) lagi, tapi aspal lamanya harus dikeruk dulu. Setelah dikeruk, baru diaspal ulang agar jalannya rata dan tidak sekadar ditumpuk," kata Estiningsih.
3. Persiapan jalur mudik dan target jalan mantap 100 persen
Esti mengatakan, perbaikan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut arus mudik yang diprediksi mulai ramai dalam dua pekan ke depan. Dinas PUPR mencatat saat ini kondisi jalan di bawah wewenang Kota Bogor sudah mencapai 93 persen dengan target rampung sepenuhnya pada Mei 2026.
"Target kita sampai bulan Mei nanti, insyaallah kondisi jalan sudah mantap seluruhnya. Kami juga memohon kepada masyarakat, apabila menemui jalan berlubang di lingkup area Kota Bogor, mohon segera diinformasikan melalui aplikasi Si Badra," kata Estiningsih.