Bogor Penyangga Destinasi Wisata, Menko AHY Cek Kesiapan Jalur Mudik

- Menko AHY meninjau Command Center Bogor untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026, menekankan pentingnya kenyamanan lalu lintas bagi citra kota.
- Ia menyoroti perlunya sinkronisasi data tata ruang agar pembangunan sesuai peruntukan dan tidak memicu risiko bencana lingkungan di wilayah Kota Bogor.
- AHY mendorong penguatan daya beli masyarakat, dukungan bagi UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif agar Bogor makin unggul sebagai kota wisata dan pendidikan.
Bogor, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/2/2026). Dalam agenda "ngabuburit" kerja tersebut, AHY meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas menjelang masa libur Lebaran 2026.
AHY menegaskan Kota Bogor memiliki peran krusial sebagai kota penyangga sekaligus destinasi wisata utama saat libur panjang. Dia meninjau fasilitas Command Center untuk memantau titik-titik kepadatan lalu lintas. Menurutnya, kelancaran arus jalan adalah indikator utama kenyamanan sebuah kota di mata publik.
"Salah satu impresi pertama dan terakhir bagi siapa pun yang datang ke sebuah kota itu, apakah nyaman atau tidak. Lalu lintasnya bagaimana, apakah sangat padat atau masih bisa kita menikmati perjalanan dan juga sekaligus akhirnya spending (berbelanja) di kota ini," ujar AHY kepada jurnalis.
1. Soroti tata ruang dan potensi bencana

Selain masalah kemacetan, Menko AHY juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data di Command Center untuk evaluasi tata ruang wilayah. Ia memperingatkan agar pembangunan di Kota Bogor tetap sesuai peruntukan guna meminimalisir risiko bencana lingkungan.
"Kita juga ingin memastikan bahwa tata ruang wilayah ini juga proper atau sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai nanti ada yang justru menyebabkan permasalahan lingkungan, termasuk bencana. Ini juga terjadi di sana-sini," tegasnya.
2. Dorong daya beli masyarakat dan sektor UMKM

Di sela-sela peninjauan infrastruktur, AHY menekankan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi warga.
Ia berharap momentum Ramadan dan Lebaran dapat menjadi stimulus bagi pelaku usaha kecil di Bogor.
"Kita tahu bahwa sebagian masyarakat perlu terus kita berikan atensi agar daya belinya juga dapat terjaga, dan sekaligus kita bisa menghidupkan para pelaku UMKM. Ini juga menjadi bagian dari niat tadi," kata AHY.
3. Optimisme terhadap ekonomi kreatif Bogor

Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Kota Bogor sebagai kota unggulan, yang tidak hanya mengandalkan pariwisata alam, tetapi juga sektor pendidikan dan ekonomi kreatif.
"Kami tentunya ingin terus mendorong Kota Bogor sebagai kota unggulan, kota yang maju, kota pelajar juga di sini banyak kampus baik dan harapannya ekonomi kreatifnya juga semakin gemilang," pungkasnya.


















