Jakarta, IDN Times - Pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui salah, karena merespons aduan warga di aplikasi JAKI dan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) terintegrasi menggunakan foto rekayasa kecerdayasan buatan (AI). Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengaku sudah berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta sebagai pihak validator aduan warga.
Alurnya, seluruh aduan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Biro Pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi. Selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).
