Jakarta, IDN Times - Proses interogasi terhadap anggota Brimob yang menabrak pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan disiarkan langsung melalui akun Instagram resmi @divisipropampolri, Jumat (29/8/2025). Pemeriksaan dilakukan Biro Paminal Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.
Dalam keterangannya, anggota Brimob tersebut menjelaskan kondisi saat mengendarai mobil rantis tersebut.
“Itu mobil kalau saya berentikan habis pak, habis karena mereka sudah menyerang pakai batu, pakai conblock, pakai bom molotov, saya sebagai driver, saya harus mampu menyelamatkan orang yang di dalem bersama saya,” katanya saat diperiksa, dikutip Jumat (29/8/2025).
Dia menyebut laju kendaraan terbatas sekitar 40 kilometer (km) per jam.
“Mobil saya sudah ga bisa lari, gasnya ga tahu, lampunya sudah nyala, saya matikan AC, agak maju dikit, naik jembatan sampai massa itu nyampe lah ke mobil kami,” ucapnya.
Saat ditanya pemeriksa, ia mengaku tidak memperhatikan situasi kanan dan kiri.
“Jadi saya hantam aja, kalau ga saya gitu selesai pak sudah massa penuh,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan kondisi visibilitas mobil.
“Kaca saya itu pakai ram pak, gelap pakai ram pak," kata dia.
"Nah, saat itu asap kan penuh, saya pakai lampu tembak, saya fokus ke depan pak,” lanjutnya.
Affan diketahui tewas dilindas kendaraan taktis baja milik Brimob pada Kamis malam kemarin. Sejauh ini ada tujuh orang yang ditahan oleh Divisi Propam Mabes Polri. Ketujuh polisi itu berada di dalam rantis Brimob.