Menu MBG di Taman Siswa Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Menurutnya, Indonesia sebenarnya mencatat kemajuan besar dalam 10 tahun terakhir dalam menurunkan angka stunting. Dari 37,2 persen pada 2013, turun menjadi 19,8 persen pada 2024.
“Kalau dihitung, penurunannya sekitar 1,3 sampai 1,5 persen per tahun. Ini bukan angka kecil. Dan kenapa stunting ini penting? Karena ini berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM, terutama dari sisi kognitif, lewat makanan yang diberikan,” jelasnya.
Selama satu dekade terakhir, upaya penurunan stunting difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif yang digarap bersama Kementerian Kesehatan dan Setwapres. Di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, upaya itu diperkuat lewat Program Makan Bergizi.
“Bagi kami, satu negara memberi makan kepada targetnya itu luar biasa. Ini program spektakuler, dan kami para ahli gizi terpanggil untuk menjaga kualitas standar gizinya,” kata Doddy.
Dalam edukasi kali ini, PERSAGI menekankan pentingnya pemahaman kualitas makan di sekolah. Menurut Doddy, makanan dari program pemerintah hanya mencakup sekitar 25–30 persen kebutuhan gizi harian anak.