Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratusan Armada Kapal Pertamina Amankan Distribusi Energi Nasional
Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat. (Dok. Pertamina)
  • Kapal MT Gas Attaka dan Gas Ambalat sukses menyalurkan LPG ke berbagai wilayah, memperkuat pasokan energi di Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Timur.
  • Pertamina mengoperasikan 345 kapal untuk distribusi BBM, Crude, petrochemical, dan LPG ke seluruh Indonesia termasuk wilayah 3T, dengan awak bekerja 24 jam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
  • Pertamina berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat hukum menjaga tata kelola distribusi energi serta mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak demi mendukung target Net Zero Emission 2060.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka dan Gas Ambalat berhasil sandar di terminal Amurang dan Kalbut untuk memastikan pasokan energi tetap lancar di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Timur.
  • Who?
    PT Pertamina (Persero) melalui subholding Downstream, dengan pernyataan dari Vice President Corporate Communication Muhammad Baron serta dukungan awak kapal yang beroperasi 24 jam.
  • Where?
    Kapal MT Gas Attaka bersandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sedangkan Gas Ambalat bersandar di Kalbut, Situbondo, Jawa Timur.
  • When?
    Kegiatan sandar kapal berlangsung pekan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina menjaga distribusi energi nasional sepanjang tahun berjalan.
  • Why?
    Pertamina memperkuat distribusi energi untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dan LPG nasional di tengah tantangan geopolitik global serta mendukung target Net Zero Emission 2060.
  • How?
    Distribusi dilakukan menggunakan 345 armada kapal yang melayani berbagai rute termasuk wilayah 3T, dengan operasional awak secara bergantian selama 24 jam guna memastikan pengiriman aman dan tepat waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pekan ini, kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal dengan kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pasokan LPG di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga berhasil sandar di Kalbut, Situbondo. Gas Ambalat membawa pasokan LPG untuk kebutuhan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

1. Komitmen kelancaran distribusi energi

Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat. (Dok. Pertamina)

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, jalur maritim menjadi salah satu penopang distribusi energi penyaluran BBM dan LPG ke wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat," katanya.

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik kapal milik maupun kapal chartered, yang terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut Crude, 4 Kapal mengangkut petrochemical dan 43 kapal pengangkut LPG. Armada ini melayani berbagai rute termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

2. Kapal Pertamina bekerja siang-malam distribuskan energi

Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat. (Dok. Pertamina)

Ia menambahkan, operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

Menghadapi geopolitik, Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, produksi hulu migas didorong untuk meningkat sehingga dapat menambah kontribusi produksi dalam negeri. Selain itu, optimalisasi pengolahan kilang untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.

3. Ajakan untuk menggunakan energi sesuai kebutuhan

Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat. (Dok. Pertamina)

Selain penguatan operasional, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Pertamina mendukung langkah tegas aparat dalam menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

“Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat penegak hukum maupun Pertamina Contact Center 135. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menjaga energi bersama-sama, dengan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” kata Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/. (WEB)

Editorial Team