Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gatot Kenang Sosok Ryamizard: Orangnya Agak Miring, Gak Ada Takut

Gatot Kenang Sosok Ryamizard: Orangnya Agak Miring, Gak Ada Takut
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo saat melayat di rumah duka Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). (IDNTimes/M Ilman Nafian)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Gatot Nurmantyo mengenang Ryamizard Ryacudu sebagai sosok pemberani dan visioner yang tak kenal takut selama bertugas di TNI.
  • Saat tsunami Aceh 2004, Ryamizard memerintahkan pembangunan jalur Banda Aceh–Teunom yang awalnya dianggap mustahil namun berhasil diselesaikan tepat waktu.
  • Ryamizard dikenal sebagai pembentuk satuan Kompi Pengintai Tempur (Taipur) yang selalu sukses menjalankan misi tanpa korban gugur, serta dihormati karena keramahannya oleh rekan-rekan TNI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, memiliki banyak kenangan terhadap mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, yang tutup usia, Minggu (31/5/2026). Gatot mengatakan, Ryamizard semasa masih menjadi prajurit TNI adalah seorang senior yang "agak miring".

"Beliau adalah beliau orang yang ya saya dapat katakan, maaf nih, agak-agak miring gitu loh, kalau di lapangan itu ya. Gak ada takutnya gitu, dan beberapa kali saya dipakai beliau," ujar Gatot, tertawa, di rumah duka, Cikeas, Bogor, Minggu malam.

Gatot mengatakan, saat bencana tsunami Aceh 2004, ketika itu Ryamizard menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan memerintahkan membuat jalur yang sulit.

"Kemudian yang lama adalah waktu tsunami. Tsunami yang saya katakan agak-agak bagaimana itu, karena beliaulah yang menentukan di TMMD membuat jalan dari Banda Aceh, Lamno, Calang, sampai ke Teunom. Jadi Banda Aceh sampai ke Teunom itu, dan ini suatu hal yang tidak mungkin," kata dia.

Sebab, kata Gatot, jalur tersebut terputus. Namun, Ryamizard tetap memerintahkan untuk melaksanakan perintahnya kepada seluruh prajurit yang bertugas.

"Tetapi beliau minta harus dilakukan, dan akhirnya diambil jalan tengah dengan Pak Endriartono Sutarto sasaran tambahan. Tapi akhirnya itu sampai dengan batas waktu yang ditentukan rencana-rencana tanggap darurat, itu tembus dari Banda Aceh sampai ke Teunom," ucap dia.

"Sehingga saya katakan beliau itu yang saya katakan gak masuk akal karena pikiran saya gak sampai, kan gitu. Jadi beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dibuktikan. Itulah yang terjadi. Jadi bisa dilihat di sejarahnya," sambung Gatot.

Gatot juga mengenang sosok Ryamizard yang pernah membentuk satuan Kompi Pengintai Tempur (Taipur). Menurutnya, satuan tersebut tidak pernah gagal dalam tugas.

"Beliaulah yang membentuk satuan yang sampai saat ini tidak pernah ada korban gugur di daerah operasi dan selalu berhasil, yaitu dengan dilahirkan Taipur. Itu sampai dengan saat ini, itu satuan yang tidak pernah ada yang gugur di daerah operasi dan selalu berhasil," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan serta Panglima TNI, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto juga menyampaikan duka cita.

"Kami sangat berduka atas berpulangnya jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai tokoh baik di TNI maupun di masyarakat beliau terkenal sangat ramah dan selalu menjaga komunikasi dengan seluruh prajuritnya," ucap Hadi di rumah duka.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More