Memperingati Harkitnas 2026, Pertamina menggelar Upacara Bendera di Gedung Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (20/5). (dok. Pertamina)
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin bertindak sebagai Pembina Upacara sekaligus menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Harkitnas tahun ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui perlindungan generasi penerus bangsa sekaligus memperkuat kemandirian nasional di berbagai sektor strategis, termasuk energi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat,” ujar Siddik.
Menurut Siddik, semangat Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik dalam menjaga keberlanjutan energi nasional.
“Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengelolaan risiko yang adaptif. Bagi Pertamina, pengelolaan risiko yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” ujar Siddik.
Ia menambahkan, ketahanan energi sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global sekaligus memastikan keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.
“Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis, penguatan aspek HSSE, transformasi digital, serta pengembangan energi rendah karbon guna menghadapi tantangan energi masa depan,” tambahnya.