Penyaluran pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada hari pertama pada 2026 berjalan lancar. (Dok. Pupuk Indonesia)
Petani di berbagai daerah di Indonesia pun mengapresiasi upaya Pupuk Indonesia dalam mempermudah penebusan pupuk bersubsidi sejak malam pergantian tahun. Suhaeri, petani asal Kabupaten Jember, tercatat sebagai petani yang pertama kali menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026. Hal ini dilakukan karena dirinya telah mendengar informasi langsung dari pemerintah bahwa pupuk bersubsidi dapat ditebus pada malam pergantian tahun, terlebih lagi tempat tinggal dirinya berdekatan dengan kios resmi serta ingin menggunakan pupuk pada awal 2026.
“Karena dari jauh-jauh hari, saya mendapatkan info bahwa pada jam 00.00 WIB, di awal tahun bisa melaksanakan penebusan pupuk, berhubung kios UD Aneka dekat dekat rumah saya, jadi saya mencoba menebus dan ternyata alhamdulillah berhasil. Per 1 Januari 2026 saya berhasil menebus pupuk urea dan NPK Phonska di UD Aneka di jam 00.01 lewat 34 detik dengan aplikasi i-Pubers. (Penebusannya) cukup pakai KTP dan bayar dengan tunai. Alhamdulillah penebusan mudah dan lancar. Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Kementerian Pertanian, dan Pupuk Indonesia,” kata Suhaeri.
Penebusan pupuk bersubsidi pada malam pergantian tahun pun mendapat antusias tinggi dari para petani terdaftar, seperti Sarino petani asal Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, mengaku sangat terbantu karena dapat menebus pupuk subsidi di titik serah sejak 1 Januari pukul 00 di titik serah. “Kami sangat senang karena dapat menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 dengan mudah. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Pupuk Indonesia. Saya bisa menebus pupuk bersubsidi di tahun 2026 meskipun masih dini hari (pukul 00.01 WIB),” ujar Sarino.
Penebusan pupuk bersubsidi dilakukan oleh petani yang berada di wilayah timur Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Fahchur Hamid petani asal Telaga Sari, Kabupaten Merauke “Alhamdulillah, penebusan perdana 1 Januari 2026 berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ujar Fahchur.