Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin memimpin rapat pimpinan (rapim) Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) 2026 secara daring pada awal pekan ini.
Rapim tahun ini mengusung tema "Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI" yang turut diikuti tiga kepala staf dari markas masing-masing matra TNI. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, strategi dan anggaran pertahanan pada tahun anggaran 2026.
Dalam arahannya, Sjafrie mengatakan konsep defensif aktif menjadi arah dan kebijakan nasional di bidang pertahanan. "(Defensif aktif) memiliki makna kita tidak boleh berpikir secara ofensif, baik itu terhadap negara tetangga maupun negara di kawasan regional. Tentunya juga di kawasan global," ujar Sjafrie seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Ia mengatakan pelaksanaan pertahanan defensif aktif semata-mata untuk menjaga dan mengawal eksistensi kedaulatan Indonesia. Rapim ini digelar usai terjadi dinamika geopolitik signifikan, di mana Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force pada 4 Januari 2026.
