Jakarta, IDN Times - Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf, menegaskan koalisi permanen tidak boleh hanya menjadi kepentingan elite, melainkan selaras dengan kepentingan rakyat.
Menurut Muzammil, koalisi permanen harus ditujukan untuk kepentingan membangun bangsa dan negara. Ia tidak ingin tragedi Agustus Kelabu yang terjadi di Indonesia terulang kembali, karena koalisi pemerintah mengabaikan kepentingan rakyat.
"Saya kira koalisi permanen itu permanennya adalah kepentingan bangsa dan negara. Itu yang permanen. Nggak bisa permanen diperkecil menjadi kepentingan elit, itu tidak boleh," kata Muzammil seusai menghadiri buka bersama Partai Nasdem di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Muzammil tidak menafikan semangat gotong royong untuk membangun bangsa dan negara. Namun, dalam budaya gotong royong tersebut tidak boleh menutup celah dialog, masukan, kritik dan saran terhadap pemerintah.
"Jadi nuansa check and balances tetap berjalan, nuansa ukhuwah tetap berjalan, nuansa gotong royong berjalan. Inilah khas Indonesia. Setiap negara punya kekhasan, ya inilah khasnya kita," kata dia.
Muzammil berujar, koalisi permanen atas nama elit dan rakyat tetap harus bersatu, dan tidak boleh berjalan masing-masing. Ia mengatakan, demo besar-besaran di Nepal, Bulgaria, dan Indonesia pada akhir Agustus tahun lalu karena pemerintahnya mengabaikan aspirasi rakyat.
"Jadi saya kira koalisi permanen itu adalah mempertemukan antara kehendak rakyat dan keinginan elit itu bersatu. Itulah yang ada di tujuan berbangsa-bernegara kita di Konstitusi. Saya kira itu titik tolaknya," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berorasi lebih dari dua puluh menit membawa sebuah gagasan tentang arah politik nasional. Di hadapan Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ia menyatakan, sudah saatnya sistem politik nasional ditata ulang kembali. Sebuah sistem yang tidak hanya rapi dalam teori, tetapi kokoh.
"Partai Golkar berpandangan, pemerintahan yang kuat butuh stabilitas. Lewat mimbar terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan koalisi permanen. Jangan koalisi on off on off, jangan koalisi in out, jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hati ku senang," ujar Bahlil dalam HUT Partai Golkar di Jakarta.
