Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polda Bali Kerahkan 2 Ribu Personel Amankan Hari Raya Nyepi
Kabaharkam Polri Komjen Karyoto paparkan pengamanan Hari Raya Nyepi di Bali. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Polda Bali menurunkan 2.125 personel dalam Operasi Ketupat Agung 2026 untuk mengamankan perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh berdekatan pada 19–21 Maret 2026.
  • Surat seruan bersama menetapkan pelaksanaan Nyepi dari 19 Maret pukul 06.00 hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA, dengan penghentian seluruh aktivitas publik dan larangan penggunaan petasan serta pengeras suara.
  • Malam takbiran Idul Fitri diimbau dilakukan di masjid atau musala terdekat tanpa pawai kendaraan, sementara pengamanan difokuskan pada prosesi Tawur Kesanga dan penempatan ogoh-ogoh di jalur utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Bali nanti ada dua hari besar hampir bareng, Nyepi dan Idul Fitri. Polisi banyak sekali, dua ribu lebih orang jaga supaya aman. Orang diminta tidak pakai petasan, tidak pawai mobil, dan jalan kaki saja ke masjid. Saat Nyepi semua diam di rumah, lampu dimatikan, jalan sepi. Semua kerja sama biar damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, mengatakan pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di Bali dilakukan secara terpadu melalui Operasi Ketupat kewilayahan.

Pengamanan tersebut dilaksanakan Polda Bali melalui Operasi Ketupat Agung, mengingat dua hari besar keagamaan tersebut jatuh dalam waktu yang sangat berdekatan. Tahun ini, Nyepi diperingati pada 19 Maret 2026, sedangkan Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan pada 21 Maret 2026.

Menurut Karyoto, kedekatan waktu kedua perayaan tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan, terutama terkait mobilitas masyarakat, arus mudik, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pelaksanaan perayaan hari besar keagamaan saling berdekatan, mengantisipasi terjadinya konflik sosial, kepada kepadatan, kemacetan arus kendaraan dikarenakan pelaksanaan mudik pada tahun ini bertepatan dengan perayaan Hari Nyepi," kata Karyoto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

1. Pemprov Bali seruan pelaksanaan Nyepi Tahun 2026

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, menjadi inspektur upacara pemecatan empat anggota di Polda Metro, Rabu (12/03/2025). (dok. Humas Polda Metro Jaya)

Karyoto menjelaskan kepolisian bersama pemerintah daerah dan tokoh agama telah menerbitkan surat seruan bersama mengenai pelaksanaan Nyepi Tahun Saka 1948, yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Provinsi Bali.

Seruan tersebut ditandatangani Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, serta diketahui Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, dan Gubernur Bali.

Dalam seruan tersebut ditegaskan, pelaksanaan Nyepi berlangsung mulai 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut seluruh aktivitas umum dihentikan, termasuk transportasi, siaran televisi dan radio, layanan data seluler, serta aktivitas masyarakat di luar rumah.

Selain itu, masyarakat juga tidak diperkenankan menyalakan petasan, menggunakan pengeras suara secara berlebihan, maupun melakukan kegiatan yang dapat mengganggu kekhusyukan perayaan Nyepi.

2. Idul Fitri dirayakan tanpa petasan dan pawai kendaraan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, menjadi inspektur upacara pemecatan empat anggota di Polda Metro, Rabu (12/03/2025). (dok. Humas Polda Metro Jaya)

Sementara, pelaksanaan malam takbiran Idul Fitri di Bali diimbau dilakukan di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki tanpa pawai kendaraan, tanpa petasan, dan tanpa penggunaan pengeras suara yang berlebihan. Kegiatan takbiran dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.

Karyoto menyebut, pengamanan juga difokuskan pada rangkaian ritual Nyepi, termasuk pelaksanaan upacara Tawur Kesanga pada 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, berbagai prosesi persembahyangan dilaksanakan di sejumlah simpang jalan, sementara ogoh-ogoh ditempatkan di bahu jalan untuk kemudian diarak masyarakat.

“Upaya yang dilakukan melakukan koordinasi dan imbauan kepada aparat desa, tokoh masyarakat desa masing-masing terkait penempatan ogoh-ogoh di pinggir jalan, khususnya di sepanjang jalan utama yang merupakan jalur mudik,” ujarnya.

3. Polda Bali libatkan 2.215 personel

Kapolda Metro Irjen Karyoto memimpin upacara PTDH 5 anggota Polda Metro di BPMJ, Kamis (2/1/2025). (Dok. Humas Polda Metro)

Dalam Operasi Ketupat Agung tahun ini, Polda Bali melibatkan 2.125 personel pengamanan. Personel tersebut disebar di berbagai titik strategis yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 6 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu.

Karyoto menekankan keberhasilan pengamanan kedua perayaan tersebut sangat bergantung pada sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, desa adat, serta tokoh agama.

“Penekanan: mengedepankan toleransi dan moderasi beragama, sinergi TNI, Polri, Pemda, Desa Adat, dan tokoh agama, antisipasi potensi gangguan masyarakat,” kata dia.

Editorial Team