Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polda Metro Usut Kasus Pedofil WNA Jepang yang Viral di Medsos
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan kasus pedofil melibatkan WNA Jepang yang viral di media sosial, dengan fokus pada perlindungan perempuan dan anak dari eksploitasi seksual.
  • Warganet Indonesia dan Jepang ramai menyoroti isu ini, menuding aparat terlalu lunak terhadap pelaku wisata seks anak sehingga kasus serupa terus terjadi.
  • Para pelaku disebut merasa aman dari hukuman dan berani memamerkan tindakan mereka secara terbuka, menggambarkan sikap arogan terhadap hukum di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang Jepang yang katanya jahat sama anak-anak kecil di Jakarta. Videonya ramai di internet dan banyak orang marah. Polisi sekarang lagi cari tahu siapa dia dan kenapa bisa begitu. Polisi bilang mau jaga supaya anak-anak aman. Orang-orang di Indonesia dan Jepang juga ikut ngomong soal ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Polda Metro Jaya yang segera mengusut kasus dugaan pedofil WNA Jepang menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga ruang aman bagi perempuan dan anak. Pernyataan resmi yang menegaskan pentingnya pelaporan masyarakat melalui kanal 110 memperlihatkan keterbukaan polisi terhadap partisipasi publik, sekaligus menandakan keseriusan mereka menindaklanjuti isu eksploitasi anak secara transparan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus pedofil diduga melibatkan Warga Negara Asing (WNA) Jepang yang sedang viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan, polisi harus menjaga ruang-ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak apalagi terkait tentang adanya dugaan eksploitasi anak.

"Isu yang beredar tentang adanya WNA terkait dengan anak-anak di bawah umur. Ini masih didalami oleh direktorat siber dan direktorat PPA dan PPO . Bagi masyarakat yang memiliki informasi. Bisa melaporkan kepada kita melalui 110 ataupun penyidik," kata Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

1. Media sosial dihebohkan kasus pedofil WNA Jepang

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Jejaring media sosial X tengah dihebohkan dengan adanya dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak-anak yang melibat seorang oknum warga negara asing (WNA) asal Jepang. Pelaku disebut sering terbang ke Jakarta untuk mencari korban anak kecil demi kebutuhan orientasi seksualnya sambil direkam.

"Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam," tulis pengguna akun X @SisterInDanger seperti dikutip IDN Times, Selasa (12/5/2026).

Pengguna akun tersebut juga menyampaikan, pelaku semula sempat diringkus pihak kepolisian dalam penggerebekan yang dilakukan pada 15 Agustus 2025 silam. Namun, polisi disebut justru membebaskan terduga pelaku tersebut. Namun, pengguna akun tersebut tak menyebutkan kepolisian yang melakukan penangkapan tersebut dari satuan mana.

"Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video-videonya dia, terus nanya “cewe Jepang harganya berapa?" tulisnya lagi.

Ia menyebut, pelaku dalam kasus ini tidak hanya satu orang karena pedofil dari Jepang terus berdatangan ke Jakarta untuk mencari korban anak-anak lainnya.

"Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak-anak perempuan kita," tulisnya.

2. Warganet Jepang ikut soroti kasus pedofil ini

ilustrasi Pelecehan Seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain di Indonesia, warganet Jepang juga ikut menyoroti kasus pedofil yang melibatkan warga negaranya. Pengguna akun @hunter_tnok melalui unggahannya di X menyampaikan kepolisian Indonesia terlalu lunak menyikapi kasus ini.

"Polisi Indonesia begitu lunak terhadap wisatawan seks anak sehingga sejumlah besar pedofil Jepang melakukan perjalanan ke Indonesia," tulisnya dikutip IDN Times, Selasa (12/5/2026).

3. Para pelaku disebut merasa aman dari ancaman hukuman

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Mardya Shakti)

Padahal, para pelaku berlaga berani karena merasa tidak akan menghadapi hukuman. Pengguna itu menyampaikan, para pelaku berlaga seolah seperti kolonial Jepang yang menjajah Indonesia hampir 80 tahun silam.

Mereka secara terbuka membual di depan umum tentang bagaimana mereka telah melakukan hubungan seksual dengan gadis-gadis di bawah umur Indonesia.

"Merasa berani karena wisatawan seks anak tidak menghadapi hukuman, mereka berlagak dengan sikap arogan yang sama seperti mantan militer Jepang yang menjajah Indonesia," tulis pengguna tersebut.

Editorial Team