Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polemik Sepatu, Mensos Bongkar Kenapa Harga E-Katalog Pemerintah Beda dengan Ol Shop
Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)
  • Gus Ipul menanggapi polemik harga sepatu program Sekolah Rakyat dan mengakui harga di e-commerce memang lebih murah dibandingkan dengan e-katalog pemerintah.
  • Ia menjelaskan bahwa harga di e-katalog mencakup komponen kompleks seperti pajak, keuntungan pengusaha, serta ketentuan sistem pengadaan resmi pemerintah.
  • Gus Ipul menegaskan seluruh proses pengadaan dilakukan sesuai aturan tanpa intervensi atau titipan pihak mana pun demi menjaga transparansi program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul buka suara soal polemik harga sepatu dalam program Sekolah Rakyat yang dinilai publik lebih mahal dibandingkan harga di e-commerce atau online shop (ol shop)

Isu ini mencuat karena muncul logika umum di masyarakat bahwa pembelian dalam jumlah besar seharusnya membuat harga menjadi lebih murah.

"Harusnya karena pengadaannya dalam jumlah ribuan harusnya jatuhnya harga lebih murah dong. Betul, gitu kan? Iya. Dibanding misalnya kalau saya beli satu sepatu," tanya Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam program Real Talk with Uni Lubis berjudul 'Blak-blakan Gus Ipul Soal Sepatu dan Peran Seskab Teddy', di Kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).

1. Gus Ipul akui harga di e-commerce lebih murah

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menanggapi hal itu, Gus Ipul mengaku dirinya juga sempat mempertanyakan perbedaan harga tersebut. Ia menyebut selisih antara harga di e-katalog pemerintah dan e-commerce memang kerap menimbulkan kebingungan di publik.

"Saya juga terus terang saja saya juga tanya, kenapa harga di e-katalog dengan harga di e-commerce berbeda. Lebih murah gitu," ungkap Gus Ipul.

2. Harga e-katalog pemerintah kompleks

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia kemudian menjelaskan bahwa harga dalam e-katalog pemerintah memiliki komponen yang lebih kompleks dibandingkan harga yang ditampilkan di platform belanja online biasa. Menurutnya, harga tersebut sudah mencakup berbagai unsur yang wajib dipenuhi dalam sistem pengadaan pemerintah.

"Tetapi ternyata kita yang jadi acuan adalah e-katalog. Dalam e-katalog itu menurut penjelasan yang saya dapat, sudah dihitung semuanya mulai pajaknya dihitung, semua pajaknya dihitung, kemudian mungkin keuntungan pengusahanya dihitung gitu," paparnya.

3. Pengadaan harus sesuai sistem

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul mengakui bahwa detail perhitungan tersebut tidak sederhana dan dirinya pun tidak mendalami secara teknis. Namun, ia menegaskan bahwa pengadaan tetap harus mengacu pada sistem resmi yang berlaku.

"Saya saja juga kadang-kadang masih belum mengerti betul detailnya itu ya, bagaimana perencanaan, kemudian lalu dianggarkan, kemudian harga tadi perkiraan sementara, baru setelah itu harga pemenang. Jadi ada proses semua itu di dilalui," katanya.

4. Tak ada titipan

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Gus Ipul menjelaskan, proses pengadaan kebutuhan dalam program Sekolah Rakyat dilakukan setelah tahap penganggaran selesai dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang sesuai bidangnya.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan, sejak awal pihaknya berupaya menjaga agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak disusupi kepentingan tertentu.

“Nah, yang kita jaga dari awal adalah bagaimana pengadaan ini tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Tidak boleh ada titipan. Itu yang kami jaga,” tegasnya

Editorial Team