Jakarta, IDN Times - Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol. Mariochristy P.S Siregar menyatakan, kepolisian segera menyerahkan berkas perkara kasus tabrakan KRL (commter line) dan taksi hijau ke kejaksaan. Ia memastikan pemberkasan dalam kasus ini sudah rampung.
Mario menyatakan, kepolisian sejauh ini telah memeriksa pengemudi taksi hijau, Richard Rudolf, saksi bernama Erlando Kristiawan, masinis kereta Suli Japarudin, dan penjaga palang pintu pelintasan sebidang, Udin Oleh karena itu, Mario menyebut segera menyerahkan berkas perkara kasus ini ke pihak kejaksaan.
"Tidak lama lagi sudah, kita sudah kirimkan berkas kepada nanti untuk ke jaksa karena ini tuntutannya di bawah 5 tahun jadi nanti akan langsung dilaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Bekasi Kota bapak," kata Mario dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Mario menjelaskan, terdapat dua olah TKP yang berbeda dalam kasus ini. TKP pertama lokasi di perlintasan sebidang untuk mengusut kasus KRL tertemper taksi hijau dan TKP kedua adalah lokasi tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek.
Kendati, Mario belum mengungkap identitas yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini secara detail. Ia hanya menjelaskan telah memeriksa sejumlah saksi.
Ia menjelaskan, Korlantas Polri juga memastikan telah melakukan optimalisasi penegakan hukum dengan memanfaatkan ETLE, dan olah TKP melalui metode Traffic Accident Analysis.
"Jadi kita mencari bukti-bukti penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang," kata dia dalam rapat.
Diketahui, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, Senin (27/4/2026).
Peristiwa itu terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Sebanyak 16 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget dan mengungkapkan keprihatinan atas tragedi kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi insiden tabrakan yang menelan tujuh orang meninggal dunia.
"Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera adakan investigasi kejadiannya bagaimana," ucap Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
