Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Ungkap CCTV Pergerakan Pelaku Penyiraman Andrie Yunus KontraS
Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polda Metro Jaya merilis rekaman CCTV yang memperlihatkan pergerakan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai dari gedung YLBHI hingga lokasi kejadian.
  • Polisi mengidentifikasi dua terduga eksekutor berinisial BHC dan MAK melalui potongan gambar CCTV yang diklaim asli tanpa rekayasa atau penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
  • TNI mengonfirmasi bahwa empat tersangka penyiraman merupakan prajurit aktif, sementara polisi terus menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya merilis CCTV yang merekam pergerakan pelaku penyiram air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus. CCTV yang ditampilkan tak hanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tapi dari pergerakan awal pelaku.

Andrie Yunus terpantau memasuki gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat sekitar pukul 19.40 WIB pada Kamis (12/3/2026) untuk melakukan rekaman siniar.

Ia kemudian terpantau meninggalkan gedung tersebut sekitar pukul 23.17 WIB. Pada saat Andrie keluar, terlihat ada orang yang mengikuti.

"Sejak dari kantor YLBHI termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku orang tak dikenal," ujar Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).

Iman mengatakan, sosok yang mengikuti Andrie diduga memberikan kode bahwa Andrie telah meninggalkan gedung YLBHI. Setelah itu. Andrie terlihat mulai diikuti oleh terduga eksekutor penyiraman air keras.

Ketika Andrie mengisi BBM di salah satu SPBU, terekam motor yang diduga ditunggangi pelaku eksekutor. Iman mengatakan, hal itu diketahui dari pakaian yang sama ketika pelaku terlihat dari CCTV yang ada di TKP.

Andrie diikuti oleh dua motor saat melintas di Jalan Talang. Lalu, salah satu motor mendahului dan memutar balik, lalu menyiram air keras ke tubuh Andrie.

Setelah eksekusi dilakukan, kedua motor berpisah. Pelaku baru kembali termonitor CCTV di kawasan Jalan Diponegoro berhenti karena diduga cairan tersebut juga mengenai tubuh pelaku.

"Sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral. Ini terlihat di video CCTV," ujarnya.

Polisi menduga air yang digunakan pelaku menyiram Andrie juga mengenai pakaian pengemudi motor eksekutor. Sehingga pelaku mengganti pakaiannya.

"Yang menggunakan kaos merah itu kami duga pakaian luarnya sudah dilepas karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru," ujarnya.

Dugaan itu menguat setelah dicocokkan dengan CCTV pada siang hari sebelum kejadian. Sementara itu, pelaku lainnya terekam CCTV berada di underpass Matraman, Jakarta Timur.

Polisi pun berhasil mengidentifikasi prlaku yang diduga menjadi eksekutor. Kedua terduga pelaku yang diduga menjadi eksekutor berinisial BHC dan MAK.

"Saat ini kami menduga dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut dari Satu Data Polri ini satu inisial BHC, dua inisial MAK," ujarnya.

Dalam konferensi pers, wajah terduga pelaku juga ditampilkan. Foto tersebut merupakan hasil dari potongan gambar CCTV yang diklaim tak direkayasa.

"Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. Kami tekankan kepada rekan-rekan sekalian ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil Artificial Intelligence. Kami sampaikan bahwa ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku sehingga bukan hasil Artificial Intelligence," ujarnya.

Iman mengatakan, pihaknya tak menutup kemungkinan adanya terduga pelaku lain. Berdasarkan penyelidikan sejauh ini, diduga terdapat empat terduga pelaku.

"Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian," ujarnya.

Terpisah, TNI mengakui bahwa pelaku penyiraman adalah prajuritnya. Totalnya ada empat tersangka.

Terkait pernyataan bahwa terduga pelaku merupakan prajurit TNI, kepolisian akan berkoordinasi terlebih dahulu.

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Kamis, 12 Maret 2026 malam.

Imbasnya Andrie disebut alami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dia sebelumnya pernah alami beberapa kali teror dan intimidasi utamanya pasca ‘Aksi Geruduk Fairmount’ untuk aksi menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025 lalu.

Editorial Team