Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Vita Ervina, mengatakan, harus ada upaya menekan paparan radikalisme di dunia digital. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ada 112 anak terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan game online sepanjang tahun 2025.
Vita mengatakan, DPR memberikan perhatian penuh terhadap statistik BNPT yang menunjukkan adanya kasus anak-anak terpapar ideologi radikal sepanjang tahun 2025. Menurut dia, temuan tersebut merupakan sinyal bahaya karena lingkungan digital telah berubah menjadi wilayah baru penyebaran paham kekerasan yang secara spesifik menargetkan anak-anak.
“Data ini menjadi alarm keras bahwa ruang digital telah menjadi medan baru penyebaran ideologi kekerasan yang menyasar kelompok paling rentan, yakni anak-anak,” kata Vita dalam keterangannya, dikutip Minggu (4/1/2026).
