Jakarta, IDN Times - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kendaraan saat arus balik Idul Fitri 2026.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro memastikan, pihaknya telah menyiapkan pengaturan lalu lintas dan pengamanan pada titik-titik rawan.
“Kami mengingatkan kembali imbauan Bapak Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Salat Idul Fitri. Untuk itu, Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik-titik rawan kepadatan,” ujar Tjahyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/3/2026).
Tjahyono menjelaskan, pengelolaan arus balik akan dilakukan secara optimal sebagaimana saat arus mudik, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 sebagai upaya mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat dalam satu waktu.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA secara bijak, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan,” ujarnya.
Selain itu, Polri turut mengantisipasi kegiatan halal bihalal di berbagai daerah yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Personel telah disiagakan untuk melakukan pengaturan di lokasi-lokasi kegiatan masyarakat tersebut.
“Terkait objek wisata, khususnya wisata air, masyarakat dan pengelola diimbau untuk memperhatikan kapasitas angkut serta mengutamakan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan akibat over kapasitas,” kata Tjahyono.
