Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Bakal Sita 8 Juta Hektare Lahan Perkebunan Ilegal
Prabowo Hadiri Hari Buruh 206 di Monas (IDN Times/M. Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penyitaan 8 juta hektare lahan perkebunan ilegal pada tahun 2026 saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.
  • Prabowo menyebut banyak kekayaan Indonesia dicuri melalui aktivitas tambang dan perkebunan tanpa izin yang merugikan negara serta masyarakat.
  • Pemerintah telah mengambil alih sekitar 5 juta hektare lahan ilegal dan menargetkan penguasaan total hingga 8 juta hektare sebelum akhir 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membeberkan akan menyita 8 juta hektare lahan perkebunan ilegal pada 2026. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Kamis (1/5/2026).

Mulanya Prabowo mengatakan, setelah menjadi presiden, ia menemukan data kekayaan Indonesia banyak yang dicuri.

"Setelah saya jadi presiden saya belajar, saya lihat data-data. Percayalah negara kita sangat kaya saudara-saudara sekalian, hanya kekayaannya ini banyak dicolong," ujar Prabowo di Monas, Jakarta.

Prabowo juga mengatakan, banyak pengusaha tambang melakukan usahanya secara ilegal. Oleh karena itu, Prabowo menargetkan, pemerintah akan mengambil lahan perkebunan ilegal itu.

"Mereka bikin kebun tanpa izin, banyak bikin tambang tanpa izin. Aku sudah ambil alih itu semua saudara-saudara sekalian. Sampai hari ini sudah hampir 5 juta hektare yang kita kuasai kembali, kembali ke rakyat," ucap dia.

Prabowo memperkirakan, akan ada 8 juta hektare lahan yang disita. Prabowo menegaskan, pemerintahannya juga sudah menutup tambang ilegal.

"Perhitungan saya sampai akhir 2026, kita akan kuasai kembali sampai 8 juta hektare," imbuhnya.

Editorial Team