Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Disebut Bakal Berangkat ke Teheran, Damaikan Iran dengan AS?
Momen Presiden Prabowo buka puasa bersama dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan berangkat ke Teheran bersama pemimpin Pakistan untuk membahas situasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
  • Rencana mediasi Prabowo disebut mendapat dukungan dari sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab, yang menilai langkah ini positif bagi stabilitas kawasan.
  • Dalam acara buka puasa di Istana Kepresidenan, Prabowo menegaskan keinginannya agar dunia hidup damai dan menyatakan komitmennya menjadi juru damai dalam konflik global tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto disebut akan berangkat ke Teheran di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie. Jimly mengaku diceritakan langsung oleh Presiden Prabowo mengenai rencana keberangkatan itu.

"Beliau tadi bercerita juga bahwa sebelum pertemuan ini tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan. Jadi pembicaraan isu global ini serius, dan saya kira menyita waktu perhatian," ujar Jimly usai buka puasa bersama dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

1. Prabowo akan berangkat dengan pemimpin Pakistan

Momen Presiden Prabowo buka puasa bersama dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Jimly mengatakan, Presiden Prabowo akan berangkat ke Teheran dengan pemimpin Pakistan. Namun, dia mengaku tidak ingat pasti, apakah Presiden atau Perdana Menteri Pakistan. Jimly juga tidak memerinci, kapan Presiden Prabowo berangkat ke Teheran.

"Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden. Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan," ucap Jimly.

"Lupa saya perdana menteri atau presiden tadi ya, Pakistan? Presiden Pakistan. Nah, mereka akan sama-sama pergi ke Teheran," sambungnya.

2. Diklaim dapat dukungan dari negara di Timur Tengah

Menteri Agraria dan Tata Ruat/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (dok. IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengatakan rencana Presiden Prabowo menjadi mediator perdamaian Iran dengan AS dan Iran mendapat dukungan dari negara di Timur Tengah.

"Untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri, dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE (Uni Emirat Arab)," kata Nusron.

3. Prabowo ingin dunia damai

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Di hadapan ulama dalam acara buka puasa di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Prabowo menegaskan, ia ingin dunia damai. Hal itu menjadi salah satu alasan utama mengajukan diri sebagai juru damai perang Iran dengan AS dan Israel.

"Tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya. Intinya, Pak Presiden bersama delapan, tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian," ujar Nusron.

Editorial Team