Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Sebut Pendiri Bangsa Bukan Orang Lugu, Tak Perlu Rendah Diri
Rapat paripurna Presiden Prabowo di DPR RI. (Youtube.com/DPR RI)
  • Presiden Prabowo menegaskan bahwa cetak biru pengelolaan ekonomi Indonesia sudah dirancang oleh para pendiri bangsa dan perlu dijalankan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan.
  • Dalam pidatonya di DPR, Prabowo menyebut para pendiri bangsa bukan orang lugu karena mereka mengalami langsung penderitaan dan penghinaan selama masa penjajahan.
  • Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak minder terhadap bangsa lain yang kaya dari hasil penindasan, serta mendorong kebangkitan dan kepercayaan diri bangsa Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo mengatakan pengelolaan ekonomi Indonesia sudah dibuat cetak birunya oleh para pendiri bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjalankan cetak biru tersebut. Sebab, kata Prabowo, pendiri bangsa bukan orang lugu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026 di DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Tentang pengelolaan ekonomi negara kita sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri-pendiri bangsa kita. Para pendiri-pendiri bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Presiden Prabowo kemudian mengatakan, Indonesia di masa penjajahan pernah derajatnya ditempatkan di bawah anjing. Di masa penjajahan, kata dia, bangsa Indonesia harga dirinya dicabut dan terhina.

“Para pendiri-pendiri bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif, mereka merasakan penjajahan, mereka merasakan dijajah, mereka merasakan dihina, mereka merasakan diperbudak, mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignity (harga diri) bangsa Indonesia," ucap dia.

"Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, kepada budaya kepada sejarah kita. Mereka merasakan apa artinya imperialisme itu. Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing,” sambungnya.

Karena itu, Prabowo mengingatkan rakyat Indonesia tidak terlalu kagum terhadap bangsa yang kaya hasil dari merampas dan menindas negara lain. Prabowo meminta bangsa Indonesia bangkit dan tidak rendah diri.

Editorial Team