Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP, Dasco: Tulus dari Lubuk Hati
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memantau perkembangan IHSG di BEI. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada PDIP karena menjadi oposisi dan menjaga keseimbangan demokrasi dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI.
  • Sufmi Dasco Ahmad menegaskan ucapan Prabowo kepada PDIP dan Megawati Soekarnoputri disampaikan dengan tulus sebagai bentuk penghargaan atas kritik konstruktif yang memperkuat demokrasi.
  • Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membeda-bedakan latar belakang politik dalam proyek atau tender, mencontoh sikap Megawati yang pernah bersikap adil saat menjabat presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo bilang terima kasih ke partai PDIP karena mau jadi lawan di pemerintahan. Katanya itu bagus buat demokrasi biar bisa saling ingatkan. Pak Dasco bilang ucapan itu dari hati yang tulus. Sekarang Pak Prabowo juga cerita kalau dulu Bu Megawati pernah bantu dia, dan dia mau adil ke semua orang tanpa lihat partai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Prabowo yang disampaikan dengan tulus kepada PDIP menunjukkan semangat saling menghargai di antara kekuatan politik, sekaligus menegaskan pentingnya oposisi dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Sikapnya yang menerima kritik sebagai masukan dan menolak diskriminasi politik dalam proyek pemerintah mencerminkan komitmen terhadap pemerintahan yang adil, terbuka, dan berlandaskan prinsip kebersamaan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto yang mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan (PDIP) karena sudah menjadi oposisi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Dasco menyebut, Prabowo menyampaikan pesan itu dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam.

"Ya, yang disampaikan oleh Presiden tentunya kita tahu tadi, dan kalau kita lihat itu memang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Dan ucapan dan penghargaan kepada Ketua Umum PDIP Ibu Megawati dan kepada PDIP, itu adalah ungkapan yang tulus," kata Dasco saat ditemui di lokasi.

Selain itu, pernyataan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi Prabowo terhadap PDIP yang dianggap menghidupkan demokrasi. Salah satunya PDIP sering melayangkan kritik melalui kadernya yang duduk di kursi legislatif.

"Dan penghargaan terhadap apa yang kemudian disampaikan oleh presiden untuk menghidupkan demokrasi. Dan kemudian kritik yang membangun yang selama ini juga dilakukan oleh teman-teman PDIP di parlemen, yang sudah berjalan selama pemerintahan Presiden Prabowo," imbuh dia.

Sebelumnya, Prabowo dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada PDIP karena saat ini jadi satu-satunya partai di parlemen yang berada di luar pemerintahan. Prabowo menganggap, PDIP berjasa dalam menjaga dinamika demokrasi di Indonesia.

"Tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati, saya hargai itu, demokrasi kita perlu check and balance, saya paham dan mengerti, PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah, saya mengerti itu, sebenernya, saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. ​​​​​​Saudara berjasa untuk demokrasi kita," ucap Prabowo.

Prabowo lantas menyoroti kritik keras yang terkadang dilontarkan PDIP kepada dirinya. Namun ia menganggap kritik itu sebagai masukan dan peringatan untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

"Kadang-kadang saya malem-malem sebelum tidur, pilu hati saya, ini anggota PDIP, ini kritiknya kadang-kadang keras banget, tetapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tetapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," tuturnya.

"Jadi, saya terima kasih, saya hormati pengorbanan kalian," lanjut Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan dirinya kerap menerima pertanyaan dari para menteri terkait proyek dan tender yang diikuti pengusaha yang disebut memiliki keterkaitan dengan PDIP. Dia mengungkapkan para menteri meminta arahan terkait hal tersebut.

"Saya selalu mengatakan, menteri-menteri minta petunjuk 'Pak ini bagaimana Pak? Ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP' katanya. Bener? Ayo menteri-menteri bener kan?," ungkapnya.

Namun, dia menegaskan pemerintah tidak boleh melihat latar belakang politik dalam proses tender dan proyek. Menurutnya, pihak yang memenangkan tender secara benar tetap harus diberikan haknya tanpa mempertimbangkan afiliasi politik di belakangnya.

"Apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang dia menang aja, jangan kita lihat latar belakangnya. Bener? Saudara-saudara, tenang aja," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengungkapkan pengalamannya saat belum memiliki kekuasaan politik. Dia mengatakan pada saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden, pernah membantunya di bidang ekonomi.

Dia menyebut Megawati sempat melakukan intervensi agar proyek yang dimenangkan Prabowo melalui tender tetap dilanjutkan dan tidak diganggu. Karena pengalaman tersebut, Prabowo mengatakan dirinya kini menerapkan prinsip yang sama sebagai presiden.

"Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang Presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia bener, dia menang dengan bener harus kita berikan," kata Prabowo.

Editorial Team