Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Ungkap Alasan Sering ke Luar Negeri: Bukan Jalan-Jalan
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Prabowo menjelaskan kunjungan luar negerinya bukan untuk jalan-jalan, melainkan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
  • Ia menegaskan Indonesia telah lama berinteraksi dengan berbagai bangsa dan kini aktif dalam organisasi internasional seperti ASEAN dan G20 demi memperkuat ekonomi nasional.
  • Prabowo menyebut setiap kerja sama luar negeri diawali lobi para menteri, lalu Presiden hadir langsung untuk finalisasi, termasuk membuka akses perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan Kanada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasannya kerap kunjungan kerja ke luar negeri. Hal tersebut Prabowo sampaikan saat diskusi dengan jurnalis senior dan pakar di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026).

Mulanya, Prabowo menjelaskan kondisi Indonesia geopolitik yang mengalami ketidakpastian. Menurutnya, posisi Indonesia merupakan negara yang dibutuhkan oleh bangsa lain.

"Kita negara yang mungkin memiliki sumber daya alam salah satu mungkin ke lima atau enam negara terbesar di dunia. Kita adalah negara yang ratusan tahun ya kawasan ini adalah kawasan terbuka," ujar Prabowo.

1. Bangsa Indonesia sudah ratusan tahun berhubungan dengan bangsa lain

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Menurutnya, nenek moyang Indonesia sudah ratusan tahun melakukan hubungan dengan bangsa lain. Misalnya, melakukan perdagangan dengan China, Timur Tengah, Teluk Malaya, India hingga Afrika.

"Ingat negara-negara barat datang ke kita karena sumber alam kita, karena rempah-rempah. Waktu itu rempah-rempah adalah sangat strategis barang dagangan kalau bijak sekarang," kata dia.

2. Indonesia kini bergabung dengan sejumlah organisasi

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Di era modern, Indonesia bergabung dengan sejumlah organisasi ekonomi mulai dari ASEAN hingga G20. Tujuannya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional bekerja sama dengan negara lain.

Hal itu menjadikan Presiden Indonesia kerap mendapat undangan untuk pertemuan pemimpin dunia.

"Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus. Iya kan? Nah, makanya setiap Presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya untuk menjaga apa? Lapangan kerja," ucap dia.

3. Setelah ada proses lobi, Presiden Indonesia harus datang

Presiden Prabowo Subianto (dok. Tim Media Presiden)

Dalam proses kerja sama itu, Prabowo mengatakan para menterinya terlebih dulu melakukan lobi. Apabila sudah ada kesepakatan, Presiden Indonesia harus datang secara langsung.

"Lobi tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang, iya kan? ke Raja Belgia, ke Raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar, 10 tahun lho (macet). Kita tembus ya, kita sama Kanada, CEPA juga perdagangan ya untuk buka. Sekarang kita punya barang-barang 0 persen ke Kanada, ke Uni Eropa. artinya apa? Sepatu kita, tekstil kita yang tadinya terancam bahwa kita punya pengalihan," ujar Prabowo.

Editorial Team