Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Deklarasikan Gerakan Pilah Sampah, Serantak di Jakarta
Potret Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di kawasan Jalan Rasuna Said, Minggu (10/5/2026). (IDN Times/Tino).
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah saat CFD di Rasuna Said, mengajak seluruh warga berpartisipasi memilah sampah demi kebersihan Ibu Kota.
  • Pramono menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan TPST Bantargebang selama masa jabatannya agar pengelolaan sampah Jakarta lebih tertata dan berkelanjutan.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Pemprov DKI, menilai pemilahan sampah bisa mendukung pembangunan insinerator yang menghasilkan energi listrik dari limbah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah. Deklarasi itu digemakan dalam Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026) pagi WIB.

Acara ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), serta Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat (Jumhur). Selain itu, hadir pula sejumlah tamu undangan dari delegasi kedutaan besar negara tetangga.

1. Ajak seluruh warga Jakarta terlibat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan pidato dalam Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di kawasan Jalan Rasuna Said, Minggu (10/5/2026). (IDN Times/Tino).

Program pilah sampah dijalankan serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pramono mengajak semua warga untuk terlibat guna mengatasi permasalahan sampah Ibu Kota yang tidak pernah tuntas selama ini.

"Saya meyakini bahwa membangun Jakarta tidak bisa sendirian. Persoalan sampah salah satunya. Maka hari ini sesuai dengan Instruksi Gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah," kata Pramono.

2. Masalah Bantargebang diupayakan selesai

Potret Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di kawasan Jalan Rasuna Said, Minggu (10/5/2026). (IDN Times/Tino).

Dalam pidatonya, Pramono juga membahas soal masalah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang masih ruwet hingga saat ini. Dia berjanji akan merampungkan masalah tersebut di masa jabatannya.

"Saya masih ingat, ketika Pak Menko Pangan (Zulhas) pertama kali bertemu dengan saya soal urusan Bantargebang. Beliau bilang begini, 'Mas Pram, masa sih Bantargebang tidak bisa diselesaikan?'. Saya bilang, 'Bang, bismillah kita selesaikan. Di era kita harus selesai urusan Bantargebang," ujar Pramono.

3. Zulhas apresiasi Pemprov DKI

Potret CFD di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5/2026). (IDN Times/Tino).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengapresiasi gerak cepat Pemprov DKI Jakarta dalam mendeklarasikan program Gerakan Pilah Sampah. Menurutnya, dengan disiplin memilah sampah organik, anorganik, dan residu, sampah dapat diolah menjadi sumber energi listrik melalui pembangunan insinerator yang dikelola secara optimal.

"Sampah yang selama ini menjadi musuh kita, akan diubah menjadi energi listrik. Tadi saya sempat berbincang dengan Pak Gubernur. Kalau insineratornya sudah berjalan pada 2027-2028 nanti, sampah justru bisa menjadi rebutan karena akan menjadi bahan bakar untuk diolah menjadi listrik," ujar Zulhas.

Editorial Team