Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Instruksikan PJJ dan Pekerja WFH saat Hujan Agar Tak Kena Macet
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek kondisi Kali Cakung Lama di Jakarta Utara, Jumat (23/1/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Perusahaan diimbau WFH

  • Antisipasi macet saat hujan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan work from home (WFH) sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem di Ibu Kota.

Pramono mengatakan, kebijakan tersebut diambil menyusul potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir serta memperparah kemacetan lalu lintas di Jakarta.

“Saya sudah meminta kepada Dinas Pendidikan untuk memperbolehkan school from home. Kalau curah hujan tinggi, banjir, dan persoalan kemacetan lalu lintas, dengan school from home saya yakin proses belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan baik karena infrastruktur Jakarta sudah cukup mendukung,” kata Pramono di Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2025).

1. Perusahaan diimbau WFH

ilustrasi Jakarta (IDN Times/Herka Yanis)

Pramono juga memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk menerapkan work from home bagi para pekerja. Kedua kebijakan tersebut telah ditindaklanjuti melalui penerbitan surat edaran oleh masing-masing dinas.

“Dinas Tenaga Kerja sudah mengeluarkan surat edaran bagi para pelaku usaha dan pekerja, sedangkan Dinas Pendidikan untuk para siswa,” ujar dia.

2. Antisipasi macet saat hujan

Jalan macet saat hujan di Cawang, Selasa (18/1102025)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Kebijakan pembelajaran daring dan imbauan WFH tersebut berlaku sampai 28 Januari. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi banjir dan macet.

“Kami keluarkan karena untuk mengantisipasi banjir dan juga kemacetan yang ada di Jakarta," kata dia.

3. BPBD DKI keluarkan peringatan cuaca ekstrem

Ilustrasi hujan di Jakarta/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga mengeluarkan peringatan waspada cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta pada periode 22 hingga 24 Januari 2026.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22–23 Januari 2026 dan masuk dalam status awas.

Sementara itu, pada 24 Januari 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprakirakan masih berpotensi terjadi dengan status siaga.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.

Editorial Team