Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono: Jakarta Kirim Sampah 8.000 Ton per Hari ke TPST Bantargebang
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. (Dok. Pemprov DKI)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut volume sampah ibu kota mencapai 7.400–8.000 ton per hari, dengan peningkatan signifikan saat akhir pekan.
  • Beban TPST Bantargebang makin berat, sehingga Pemprov DKI menyiapkan pembatasan pengiriman dan memperkuat pemilahan sampah sebelum dikirim.
  • Longsor di TPST Bantargebang menyebabkan lima orang meninggal dunia, sementara pencarian korban tambahan masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 Maret 2026

Longsor gunungan sampah terjadi di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia.

9 Maret 2026

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor di TPST Bantargebang dan menemukan satu korban meninggal sekitar pukul 12.05 WIB. Pada hari yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Jakarta mengirim 7.400–8.000 ton sampah per hari ke Bantargebang dan akan membatasi pengiriman karena daya tampung terbatas.

kini

Pemprov DKI menyiapkan pembatasan pengiriman dan pemilahan sampah serta mengarahkan sementara pembuangan ke Zona 3 dan dua zona baru sambil menunggu pemulihan Zona 4A di Bantargebang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Longsor gunungan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, menyebabkan lima orang meninggal dunia dan memicu langkah pembatasan pengiriman sampah dari Jakarta.
  • Who?
    Korban merupakan lima orang yang tertimbun longsor. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung serta Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari turut memberikan keterangan terkait penanganan dan kebijakan lanjutan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Keterangan resmi disampaikan di Balai Kota Jakarta dan lokasi pencarian korban berada di area longsoran sampah.
  • When?
    Longsor terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026. Pencarian korban dilakukan hingga Senin siang, 9 Maret 2026, saat satu korban tambahan ditemukan sekitar pukul 12.05 WIB.
  • Why?
    Beban volume sampah dari Jakarta mencapai sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari yang menekan daya tampung TPST Bantargebang dan diduga memperparah kondisi tumpukan sampah hingga menyebabkan longsor.
  • How?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membatasi pengiriman dengan memperkuat pemilahan sampah serta meng
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Setiap hari Jakarta kirim banyak sampah ke Bantargebang, bisa sampai delapan ribu ton. Sampahnya terlalu banyak jadi tempatnya hampir penuh. Pak Gubernur Pramono bilang nanti sampah akan dipilih dulu biar tidak semua dikirim ke sana. Sekarang tim SAR masih cari orang karena ada longsor gunung sampah dan lima orang sudah meninggal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, produksi sampah dari Jakarta yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mencapai 7.400 hingga 8.000 ton per hari. Jumlah tersebut biasanya meningkat saat akhir pekan.

“Sekarang ini harian sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton. Delapan ribu ton itu biasanya pada akhir pekan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).

1. Menambah beban Bantargebang

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. (Dok. Pemprov DKI)

Besarnya volume sampah tersebut dinilai memberikan tekanan besar terhadap daya tampung TPST Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah pembatasan pengiriman sampah ke lokasi tersebut.

Salah satu langkah yakni memperkuat proses pemilahan sampah sebelum dikirim ke Bantargebang.

“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung agar tidak semuanya dikirimkan ke Bantargebang,” kata dia.

2. Pengiriman sampah untuk sementara akan diarahkan ke zona 3

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. (Dok. Pemprov DKI)

Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan pengaturan zona penampungan sampah di area TPST Bantargebang. Sambil menunggu zona 4A selesai dipulihkan, pengiriman sampah untuk sementara akan diarahkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara.

"Untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporary, sementara, jadi tidak permanen dan harapan kami adalah untuk Zona 4 ini, 4A, segera bisa dipulihkan kembali," kata dia.

3. Longsor Bantargebang lima orang meninggal

Korban longsor sampah di TPST Bantargebang kembali ditemukan. (Dokumen Kantor SAR Jakarta)

Saat ini, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban akibat longsor gunung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tim SAR kembali menemukan korban tertimbun longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (9/3/2026) siang.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

"Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Desiana.

Terkini, jumlah korban meninggal dunia akibat longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) berjumlah lima orang.

Editorial Team