Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono: Pendatang Baru Belum Paham Jakarta Akan Didata
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri halalbihalal bersama pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, pada Senin (30/3). (Dok. Pemprov DKI)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut banyak pendatang baru pasca Lebaran belum memahami kondisi ibu kota dan akan didata oleh Pemprov DKI.
  • Pramono memperkirakan sekitar 10 hingga 12 ribu orang kembali ke Jakarta bersama keluarganya, namun angka tersebut masih bersifat sementara.
  • Pemprov DKI menegaskan tidak akan melakukan operasi yustisia terhadap pendatang, tetapi meminta mereka memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk bekerja di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
pasca Lebaran

Sejumlah pendatang baru tiba di Jakarta setelah Lebaran dan belum memahami kondisi ibu kota.

30 Maret 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pendatang baru akan didata oleh Pemprov DKI. Ia memperkirakan sekitar 10 hingga 12 ribu orang akan kembali ke Jakarta bersama keluarganya, berdasarkan tren pemesanan kendaraan dan pergerakan orang. Pramono juga menegaskan Pemprov DKI tidak akan melakukan operasi yustisia terhadap para pendatang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendata para pendatang baru yang tiba di ibu kota pasca Lebaran karena banyak di antara mereka belum memahami kondisi Jakarta.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama DPRD DKI Jakarta menyampaikan kebijakan terkait pendataan pendatang baru tersebut.
  • Where?
    Kegiatan dan pernyataan berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta, dengan fokus wilayah pendataan di seluruh area Kota Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 30 Maret 2026, setelah arus balik Lebaran ketika ribuan orang kembali ke Jakarta bersama keluarganya.
  • Why?
    Pendataan dilakukan karena sebagian besar pendatang datang untuk mencari pekerjaan namun belum memahami situasi dan tata kehidupan di Jakarta.
  • How?
    Pemprov DKI akan melakukan pendataan tanpa operasi yustisia, memantau tren kedatangan melalui data kendaraan dan laporan masyarakat yang kembali ke ibu kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, sejumlah pendatang yang baru tiba di Jakarta pasca-Lebaran belum memahami kondisi Ibu Kota.

Menurut Pramono, pendatang seperti ini akan didata oleh pemerintah daerah. Dia mengatakan, sebagian besar dari mereka datang dengan harapan mendapatkan peluang kerja di Jakarta.

“Sekarang ini memang sudah mulai mendapatkan laporan ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta. Nah yang seperti itu kan pasti didata dan rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta,” ujar dia di DPRD, Senin (30/3/2026).

1. Sebanyak 12 ribu pendatang ke Jakarta

Sejumlah pemudik menunggu jadwal keberangkatan kereta api seusai pelepasan program arus balik gratis Pemprov Jateng di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). ( ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Pramono memperkirakan, sekitar 10 ribu hingga 12 ribu orang akan kembali ke Jakarta dengan ikut bersama keluarganya. Namun, kata dia, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum final.

“Kami memprediksi, memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu. Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada,” ujar dia.

2. Pergerakan data kendaraan ke Jakarta

Antrean bus di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (28/3/2025). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Perkiraan itu, kata Pramono, disimpulkan dari tren pemesanan kendaraan serta pergerakan orang yang kembali ke Jakarta bersama keluarga.

“Kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu, dari tren orang booking kendaraan ataupun juga yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya,” kata dia.

3. Pemprov tidak akan lakukan operasi yustisia

Sejumlah warga terjaring razia yustisia Perbup PPU (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Meski demikian, kata Pramono, Pemprov bersama DPRD DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisia terhadap para pendatang.

“Sekali lagi, Pemerintah DKI Jakarta bersama-sama dengan DPRD DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisia, tetapi kami meminta siapa pun yang datang ke Jakarta mau kerja di Jakarta tentunya dengan kapasitas dan kapabilitas untuk bekerja di Jakarta,” kata dia.

Editorial Team