Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-23 at 08.49.54.jpeg
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek kondisi Kali Cakung Lama di Jakarta Utara, Jumat (23/1/2025)/IDN Times Dini Suciatiningrum

Intinya sih...

  • OMC diperpanjang hingga 27 Januari.

  • Pramono memerintahkan OMC dilakukan 1-3 kali sehari.

  • Modifikasi cuaca berdampak pada kondisi cuaca di Jakarta.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026.

Pramono mengatakan, operasi modifikasi cuaca yang semula dijadwalkan berakhir pada 23 Januari diperpanjang sebagai langkah antisipatif. Ia menegaskan tidak ingin Pemprov DKI kurang siap menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

“Saya sudah memerintahkan untuk perpanjangan modifikasi cuaca. Jadi operasi modifikasi cuaca ini yang seharusnya selesai tanggal 23, akan kita perpanjang sampai dengan tanggal 27. Mengapa diperpanjang? Saya tidak mau hal seperti ini terulang kembali karena kita tidak mempersiapkannya," kata Pramono di Kali Cakung Lama di Jakarta Utara, Jumat (23/1/2025).

1. OMC akan dilakukan tiga kali

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)

Menurut Pramono, meski kebijakan modifikasi cuaca kerap menuai kritik, langkah tersebut dinilai efektif dan berdampak langsung terhadap kondisi cuaca di Jakarta.

"Namun, secara langsung seperti hari ini, seharusnya modifikasi hanya dilakukan satu kali, tetapi saya langsung perintahkan dua hingga tiga kali. Kalau perlu, sampai tiga kali," ucapnya.

2. OMC diperpanjang 27 Januari

BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca. (dok. BPBD)

Ia menyebutkan, selama periode perpanjangan hingga 27 Januari, operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan satu hingga tiga kali sehari, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.

"Dengan demikian, sampai dengan tanggal 27, modifikasi cuaca boleh dilakukan satu hingga tiga kali dalam satu hari," katanya.

3. Modifikasi Cuaca berdampak pada cuaca di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)

Pramono mencontohkan dampak signifikan dari modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini. Menurutnya, kondisi langit Jakarta yang sebelumnya gelap berangsur cerah setelah operasi dilakukan.

“Tadi ketika teman-teman datang ke sini kan gelap gulita. Karena modifikasi cuaca dan sekarang sudah diterbangkan, kita bisa merasakan matahari bisa kita lihat bersama-sama,” kata dia.

4. BPBD DKI keluarkan peringatan cuaca ekstrem

Persiapan BNPB untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di area Jadebotabek. (Dokumentasi BNPB)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan waspada cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta pada periode 22 hingga 24 Januari 2025

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22–23 Januari 2026 dan masuk dalam status awas.

Sementara itu, pada 24 Januari 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprakirakan masih berpotensi terjadi dengan status siaga.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.

Warga juga diminta menyiapkan perlengkapan dasar, seperti payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana.

Editorial Team