Jakarta, IDN Times - Profesor Rebecca Elmhirst dari University of Brighton, Inggris Raya, menekankan pentingnya etika kerja kolektif dalam pendekatan feminist political ecology. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Saparinah Distinguished Lecture di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Dalam pemaparannya, Rebecca menegaskan feminist political ecology bukan sekadar kerangka teori, melainkan praktik bersama dalam menghadapi krisis lingkungan, politik, dan sosial yang saling berkaitan.
“Jadi sebenarnya yang ingin saya bicarakan hari ini bukanlah tentang apa itu ekologi politik feminis, tetapi tentang apa yang dilakukan ekologi politik feminis dalam hal etika bagaimana kita bekerja sama. Itulah mengapa saya menyebut ini sebagai ruang pertemuan di masa-masa sulit,” kata Rebecca.
Menurut dia, tantangan global saat ini menuntut kolaborasi lintas komunitas dan disiplin. Kerja bersama menjadi fondasi utama untuk membangun solusi yang inklusif.
“Jadi, dengan cara ini, semakin kita bekerja sama, semakin kita terhubung, semakin besar peluang kita untuk benar-benar membangun sesuatu, terus membangun sesuatu dengan cara inklusif yang menghormati semua suara dan semua posisi,” ujarnya.
