Jakarta, IDN Times - Terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, yakni oleh anggota TNI yang bertugas di Badan Intelijen Strategis (BAIS), menyebabkan sorotan publik langsung mengarah ke organisasi itu. Mayoritas mempertanyakan mengapa anggota TNI yang bertugas di BAIS justru terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap warga sipil. Padahal tugas utama dari BAIS menjadi mata dan telinga bagi Panglima TNI terhadap ancaman pertahanan yang datang dari luar Indonesia.
"Keempat pelaku bertugas di Denma (Detasemen Markas) BAIS TNI," ujar Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, ketika memberikan keterangan pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).
Di Indonesia, garda terdepan dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi strategis kemiliteran berada di pundak BAIS TNI. Sebagai institusi telik sandi yang bekerja di dalam senyap, BAIS merupakan komponen vital bagi Panglima TNI sebelum mengambil keputusan yang strategis.
Berikut profil BAIS TNI.
